Atap Sekolah Ambruk di Sragen

Kronologi Atap MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan Sragen Roboh, Terjadi saat Pelajaran Bahasa Inggris

Peristiwa tersebut terjadi saat proses pembelajaran Bahasa Inggris sedang berlangsung di dalam kelas.

Tayang:
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
ATAP ROBOH - Kondisi ruang kelas di MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan Sragen, Jawa Tengah, setelah insiden atap roboh, di Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Selasa (12/4/2026). Akibat kejadian tersebut, 7 orang dilarikan ke rumah sakit, masing-masing 6 siswa dan guru 
Ringkasan Berita:
  • Atap ruang kelas di MTS Muhammadiyah 4 Sambungmacan roboh saat KBM berlangsung pada Selasa (12/5/2026), tepat saat pelajaran Bahasa Inggris sedang berjalan.
  • Akibat kejadian tersebut, tujuh orang terdiri dari enam siswa dan satu guru mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
  • Pihak sekolah meliburkan sementara kegiatan tatap muka dan menggantinya dengan pembelajaran daring hingga kondisi kembali normal.

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Atap ruang kelas di MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan, Sragen, Jawa Tengah, roboh saat kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung pada Selasa (12/5/2026).

Peristiwa tersebut terjadi saat proses pembelajaran Bahasa Inggris sedang berlangsung di dalam kelas.

Akibat kejadian ini, sejumlah siswa dan seorang guru mengalami luka-luka.

Baca juga: BREAKING NEWS : Atap Kelas MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan Sragen Roboh, 7 Orang Dilarikan ke RS

Wakil Kepala MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan, Cipto Waluyo, menyebutkan bahwa ada tujuh korban terdampak dalam insiden tersebut.

"Yang terluka ada tujuh orang, masing-masing enam siswa dan satu guru," kata Cipto, Selasa (12/5/2026).

Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Cipto juga menjelaskan bahwa para korban telah segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Ia menambahkan, kejadian tersebut terjadi sekitar satu jam setelah kegiatan belajar mengajar dimulai.

Usai insiden ini, pihak sekolah memutuskan untuk meliburkan kegiatan belajar tatap muka sementara waktu dan menggantinya dengan pembelajaran daring.

"Hari ini kami langsung memulangkan setekah kejadian ini, dan sementara kami melakukan KBM (kegiatan belajar mengajar) secara daring," kata dia.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved