Angkat Tema Kampung Dolanan, BEM FSRD ISI Solo Pamerkan Aneka Mainan Anak Tradisional
Kegiatan bertajuk 'Kampung Dolanan' itu ditujukan sebagai upaya pelestarian kekayaan bangsa berupa mainan tradisional.
Penulis: Facundo Crysnha Pradipha | Editor: Daryono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FSRD, ISI Solo menampilkan hasil karya dalam bentuk mainan anak atau dolanan anak.
Kegiatan bertajuk 'Kampung Dolanan' itu ditujukan sebagai upaya pelestarian kekayaan bangsa berupa mainan tradisional.
Ketua panitia, Aditya Perbianto, mengatakan, Kampung Dolanan untuk memfasilitasi permainan tradisional yang berkembang di tengah masyarakat.
"Di antaranya adalah bakiak, egrang, dan lainnya merupakan hasil karya mahasiswa," jelasnya di sela acara di Gedung Sungging Prabangkara ISI Solo Kampus Mojosongo, Jumat (21/9/2018) pagi.
• Promo Tiket Murah KA Mulai 25 September-10 Oktober 2018, Ini Nama-nama Sepurnya
Ditambahkannya, kegiatan juga sebagai wujud eksistensi mahasiswa dalam mengedukasi masyarakat melalui beragam kegiatan.
Selain itu diharapkan juga dapat dijadikan inovasi para mahasiswa dalam berkarya dan mengembangkan dolanan tradisional anak agar lebih menarik.
Serta bisa diterima masyarakat luas di tengah perkembangan teknologi.
Dalam pembukaann pagi itu pengunjung dapat sekaligus memainkan mainan anak secara gratis.
Pembukaan ditandai dengan munculnya sosok maskot even yang bernama Dodo dan Nana dengan dimeriahkan beragam lomba dan hiburan tari hingga band lokal.
Rektor ISI Solo, Dr Drs Guntur, M.Hum, hadir membuka acara dengan prosesi memainkan permainan tradisional.
• The Sunan Hotel Solo Promo Masakan Texan Mexican Sabtu Malam Depan
Dalam even juga diadakan penandatanganan MoU antara Universitas Negeri Gorontalo dengan ISI Solo. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/fsrd_20180922_134854.jpg)