Breaking News:

Kongres XXIV PWI di Solo

Postingan di Media Sosial Bisa Jadi Portofolio 'Zaman Now'

Kepala Kebijakan Publik Twitter Indonesia, Agung Yudha menjelaskan, tidak sedikit kaum milenial saat ini gemar berpendapat di akun media sosial

Penulis: Imam Saputro | Editor: Putradi Pamungkas
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Seminar PWI Road to Campus bertajuk Generasi Milenial Optimistis Menatap Perubahan di Auditorium Mohamad Djazman Universitas Muhammad Surakarta (UMS), Kamis (27/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Di era zaman now, postingan di media sosial bisa dinilai mencerminkan karakter si pemilik akun.

Bahkan kini postingan di media sosial bisa dimasukkan dalam portofolio dan menjadi pertinbangan dalam pekerjaan.

Kepala Kebijakan Publik Twitter Indonesia, Agung Yudha menjelaskan, tidak sedikit kaum milenial saat ini gemar berpendapat di akun media sosial miliknya.

“Pertimbangkan saat kalian nge-tweet, postingan kalian berguna atau tidak, karena kini kebanyakan Human Resources Development (HRD) memantau media sosial pekerjanya atau calon pekerja yang akan direkrut, " kata Agung dalam Seminar PWI Road to Campus bertajuk Generasi Milenial Optimistis Menatap Perubahan di Auditorium Mohamad Djazman Universitas Muhammad Surakarta (UMS), Kamis (27/9/2018).

Tes Kesegaran Jasmani Periodik, Kodim Solo Uji Keterampilan Renang Prajurit

Untuk itu ia mengimbau generasi milenial harus bijak dalam membuat postingan di akun media sosial.

"Apalagi sekarang apa-apa diposting di medsos, jadi tolong hati-hati," kata dia.

Menurutnya, generasi milenial lebih mementingkan pencitraan di kalangan teman-temannya.

Ini yang membuat mereka rentan terpengaruh wacana di media sosial.

"Generasi milenial seringkali terlibat perdebatan tentang suatu hal yang bukan dikuasai, tapi mereka tetap meladeni karena ingin terlihat paham ke semua orang,” kata Agung.

Setengah Jam Lamanya Warga Jatipuro Karanganyar Lempar Apem di Puncak Tradisi Wahyu Kliyu

Ia mengimbau para generasi milenial agar lebih berhati-hati mengelola akun media sosialnya.

“Lebih baik kalau kalian hobi menggambar, posting saja, berkarya sebaik-baiknya, itu bisa jadi portofoliomu, your tweet is your CV,” kata Agung.

Rektor UMS, Sofyan Anif mengapresiasi seminar yang merupakan serangkaian agenda Kongres PWI ke-24 ini.

Pihaknya berterimakasih kepada PWI yang telah memberikan kesempatan bagi mahasiswanya mengolah soft skill dalam rangka menghadapi tantangan bangsa. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved