Simpan Ratusan Keris, Begini Cara Museum Keris Nusantara di Solo Merawat Koleksinya

Setelah direndam dan bersih, kemudian diwarangi untuk memisahkan logam baja dan nikel agar terlihat gambar atau pamornya.

Tayang:
Penulis: Wulan Kurnia Putri | Editor: Junianto Setyadi
TRIBUNWOW.COM/WULAN KURNIA PUTRI
Koleksi keris di Museum Keris Nusantara, Solo, Jawa Tengah. 

Bambang menyebut, tidak ada yang berbeda dari cara pembersihan keris di bulan suro dan pembersihan rutin tiga bulanan.

Namun saat bulan suro, ada syarat tambahan, yakni disediaknnya sesajen.

"Cara membersihkannya sama saja, tapi kalau bulan suro juga disediakan sesajen, tapi kalau pembersihan rutin tiap tiga bulanan tidak pakai sesajen," ujarnya.

Keris-keris yang akan dibersihkan pun ada skala prioritasnya.

Bambang menyebut, jika keris tersebut merupakan pusaka, maka harus lebih diprioritaskan.

Sementara itu, saat awal berdiri, Museum Keris Nusantara hanya memiliki koleksi sebanyak 346 keris.

Namun, yang dipasang untuk dipamerkan hanya 240 buah.

Koleksi keris yang ada di Museum Keris Nusantara berasal dari wilayah Jawa Tengah, Sulawesi, Riau, Bali hingga Filipina.

Tak hanya keris, museum ini juga memiliki koleksi tombak.

Kini, koleksi keris di museum ini sudah bertambah, dari hibah sebanyak 40 buah dan dari kementerian 1211 buah.

Seperti yang diketahui, Museum Keris Nusantara merupakan satu di antara objek wisata yang ada di Kota Solo, Jawa Tengah.

Lokasi museum ini berada di jantung Kota Solo, tepatnya di Jalan Bhayangkara Nomor 2 Surakarta, atau di sebelah selatan Stadion Sriwedari.

Museum ini dibangun pada tahun 2013 dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tanggal 9 Agustus 2017.

(*)

Sumber: TribunWow.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved