Breaking News:

Gempa dan Tsunami di Donggala dan Palu

Dirjen PAS Sebut Ada 1.425 Napi yang Melarikan Diri saat Gempa dan Tsunami Landa Palu dan Donggala

Namun dari jumlah tersebut, hanya 1.795 warga binaan yang tercatat masih berada di Lapas maupun Rutan di seluruh Sulawesi Tengah.

KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Puing bangunan di Perumnas Balaroa akibat gempa bumi yang mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,4 mengakibatkan ribuan bangunan rusak dan sedikitnya 420 orang meninggal dunia. 

TRIBUNSOLO.COM, PALU -- Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS), Sri Puguh Budi Utama, mengungkapkan sebanyak 1.425 warga binaan melarikan diri saat gempa dan tsunami melanda wilayah Sulawesi Tengah.

Sri merinci bahwa total warga binaan yang mendekam di delapan unit pelaksana teknis (UPT) pemasyarakatan di Sulawesi Tengah berjumlah 3.220 orang.

Namun dari jumlah tersebut, hanya 1.795 warga binaan yang tercatat masih berada di Lapas maupun Rutan di seluruh Sulawesi Tengah.

Data tersebut tercatat pada pagi ini.

Sementara sebanyak 1.425 orang narapidana dan tahanan melarikan diri.

Unggah Momen Video Call dengan Pasha Ungu di Palu, Enda: Perasaanku Campur Aduk

"Isi total (Lapas/Rutan) Sulawesi Tengah 3.220, yang ada di dalam 1.795, yang tidak berada di tempat 1.425."

"Ini berdasarkan informasi pagi ini," ujar Sri dalam konferensi pers di Kantor Ditjen PAS, Jalan Veteran, Senin (1/10/2018).

UPT yang terdampak gempa adalah Lapas Palu, Rutan Palu, Rutan Donggala, Cabang Rutan Parigi, Rutan Poso, Bapas Palu, LPKA Palu dan LPP Palu.

Sementara warga binaan yang melarikan diri berasal dari lima UPT.

Drawing Chinese Taipei Open 2018: 12 Wakil Indonesia Dijamu Tuan Rumah

Utami merinci Lapas Palu yang memiliki kapasitas 210 dihuni oleh 581 narapidana.

Halaman
12
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved