Gempa dan Tsunami di Palu dan Donggala
PMI Surakarta akan Kembali Mengirim Relawan Ke Palu
Hingga saat ini, banyak warga yang telah menjadi korban dan membutuhkan bantuan.
Penulis: Eka Fitriani | Editor: Fachri Sakti Nugroho
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Gempa berkekuatan 7,7 SR yang berpusat di 0,18 LS dan 119,85 BT atau 27 kilometer Timur Laut Donggala-Sulawesi Tengah telah mengakibatkan tsunami di Pantai Palu, Sulawesi Tengah pada Jumat kemarin (28/9/2018).
Hingga saat ini, banyak warga yang telah menjadi korban dan membutuhkan bantuan.
Oleh karena itu, PMI Surakarta mengirimkan 7 personil ke Palu, Sulawesi Tengah pada 30 September 2018 lalu.
CEO PMI Surakarta, Sumartono Hadinoto mengatakan bahwa personil yang berangkat ke Palu antara lain adalah 1 dokter, 1 apoteker, 2 perawat dan 3 relawan.
"Mereka nanti akan menetap selama 2 minggu," katanya Senin (8/10/2018) siang.
• PWI Surakarta Serahkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa di Sulteng
Pihaknya juga mengatakan akan menambah jumlah relawan yang akan dikirim ke lokasi bencana.
"Kalau perlu akan kita tambah sampai bulan Desember 2018," katanya.
"Kita nilai dulu di sana kebutuhannya apa, kita survey lalu kita laporkan ke PMI Pusat," ujarnya.
• Anggota TNI Temukan Brankas Berisi Uang Rp 1 Miliar saat Evakuasi Korban Tsunami Palu
Diketahui sebelumnya, gempa tersebut mengakibatkan tsunami di Pantai Palu, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9/2018) kemarin.
Gempa tersebut telah melumpuhkan kota Palu.
Jumlah korban yang meninggal dunia akibat musibah gempa dan tsunami di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah, hingga Minggu (7/10/2018) pukul 17.00 WITA tercatat mencapai 1.944 orang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ceo-pmi-surakarta-sumartono-hadinoto_20181008_165358.jpg)