ICAMBF 2018 UNS Solo, Penelitian Perguruan Tinggi Didorong Bisa Tingkatkan Perekonomian

Hilirisasi tersebut diharapkan bisa memberikan nilai tambah terhadap bahan mentah yang sangat banyak ada di Indonesia

Penulis: Imam Saputro | Editor: Putradi Pamungkas
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
ICAMBF 2018 UNS Solo, Senin-Selasa (15-16/10 /2018). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Hasil penelitian dari perguruan tinggi terus didorong agar bisa segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Hilirisasi tersebut diharapkan bisa memberikan nilai tambah terhadap bahan mentah yang sangat banyak ada di Indonesia.

Hal itu didengungkan dalam 3rd International Conference on Advanced Materials for Better Future (ICAMBF) 2018 Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Senin-Selasa (15-16/10/2018).

Wakil Rektor bidang Akademik Solo, Sutarno menyatakan pihaknya berharap penelitian dalam ICAMBF ini tak hanya berhenti di level laboratorium, tapi segera dihilirisasi.

​Persis Solo Minta Maaf Gagal Lolos ke 8 Besar Liga 2 2018

"Penelitian selain bisa dipublikasikan dalam Jurnal Internasional, harapannya bisa dihilirisasi, sehingga bisa memberikan manfaat ke masyarakat," kata Sutarno, Selasa (16/10/2018).

Menurutnya, Indonesia yang memiliki sumber daya alam melimpah,added velue nya masih rendah yang berakibat pada murahnya harga jual.

"Misalnya getah karet, kalau hanya dijual bahan mentah sangat murah, tapi ketika sudah diolah bisa berkali-kali lipat harganya," papar Sutarno.

ICAMBF diikuti akademisi, Peneliti, Mahasiswa dan Praktisi dari kalangan Industri dan lembaga berwenang yang terkait bidang material.

Hari Ini Hari Terakhir, The Sunan Hotel Solo Geber Pesta Diskon 70 Persen di Imperial Taste

Hasilnya akan ada 136 Paper hasil penelitian yang akan diterbitkan pada IOP Conference : Material Science and Engineering yang terindeks Scopus.

ICAMBF dihadiri oleh pembicara dari berbagai universitas.

Yakni Ko Tzu Hsiang, Presiden Lunghwa University of Science and Technology Taiwan, Burhanuddin Yeop Majlis, Direktur of Institute of Microengineering and Nanoelectronics (IMEN) Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) Malaysia, Santiago Gomez Ruiz, Rey Juan Carlos University Móstoles (Madrid) Spanyol, Ari Handono Ramelan Dekan FMIPA UNS, dan Ahmad Marzuki Dosen Fisika FMIPA UNS.

Topik yang menjadi bahan diskusi dalam Conference ICAMBF yaitu Smart Materials for A Smart World.

"Lebih rinci yaitu Advanced Nanomaterials, Electrical, Optical and Magnetic Materials, Nanotechnology, Construction Materials, Polymer & Composite, Graphene and 2d Energy Materials, Batteries and Energy Storage Materials, Green Energy Materials, Separation Materials, Metallurgy and Alloy Materials, Functional Materials, serta Drug and Biomaterial Technology,” tambah Dekan FMIPA UNS, Ari Handono Ramelan. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved