Peringati Hari HIV/Aids Sedunia, Pemkab Sukoharjo Gelar Talkshow, Tes HIV/Aids dan Donor Darah
Acara dikemas dengan konsep Talkshow dengan tema 'Implementasi Triple Eliminasi dalam Germas', disertai dengan kegiatan tes HIV/Aids dan donor darah.
Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Fachri Sakti Nugroho
Laporan wartawan TribunSolo.com, Agil Tri
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Memperingati Hari HIV/Aids sedunia, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo gelar sosialsasi di Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah (GPPPD) Graha Wijaya Sukoharjo, Minggu (25/11/2018).
Acara ini digelar bersama Dinas Kesehatan dan Komisi Penangulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sukoharjo.
Acara dikemas dengan konsep Talkshow dengan tema 'Implementasi Triple Eliminasi dalam Germas', disertai dengan kegiatan tes HIV/Aids dan donor darah.
Dengan narasumber Ketua TP. PKK Hj. Etik Suryani dan dr. Muchlis, selaku ketua tim HIV RSUP dr. Kariadi Semarang, dengan moderator dr. Andri Putranto.
• Bangun Kepercayaan Diri Anak-anak Penderita HIV, Lions Club Solo Mustika Gelar Lenteras Got Talent
Ketua penyelenggara kegiatan ini, dr. Yunia Wahdiyati yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, menjelaskam data penderita HIV di Kabupaten Sukoharjo tahun 2017 adalah 457 orang.
Sampai bulan oktober 2018 sejumlah 506 orang dengan kumulatif kematian sejumlah 72 orang yang tersebar di 12 Kecamatan.
“Tujuan umum kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran, kepedulian dan keterlibatan dalam pencegahan penularan dan penanggulangan HIV/Aids untuk mewujudkan eliminasi HIV pada tahun 2030," ungkapnya.
"Sedangkan tujuan khususnya meningkatkan kepedulian, pemahaman masyarakat untuk memahami pentingnya melakukan test HIV,” imbuhnya.
• Penyuluhan di Solo, Dokter Seksologi Ini Jelaskan Media Penyebaran Virus HIV/AIDS
Sementara itu, dr. Muchlis mengatakan bahwa butuh kepedulian yang tinggi untuk mencegah penyebaran virus HIV/Aid.
Dokter yang aktif dibidang HIV sejak tahun 2001 ini mengimbau kepada masyatakat agar melakukan cek kesehatan.
"Jika kita merasa pernah melakukan perilaku yang kemungkinan tertular HIV, kita juga harus berani dong tes HIV. Jika hasilnya postif, mari kita tangani bersama untuk hidup sehat bersama HIV, jika negatif, ya allhamdulilah mari kita jaga supaya tidak terkena virus HIV," Imbuhnya.
Muchlis juga mengatakan jika orang yang terkena virus HIV adalah orang-orang yang sedang diuji oleh tuhan, oleh karena itu, mendekatkan diri kepada tuhan adalah salah satu jalan terbaik. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ketua-tim-hiv-rsup-dr-kariadi-dr-muchlis.jpg)