Breaking News:

Polda Papua Ingatkan Konsekuensi bila OPM Lakukan Aksi Teror pada 1 Desember 2018 Mendatang

Diketahui, 1 Desember menjadi hari ulang tahun Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM)

Editor: Putradi Pamungkas
KOMPAS.com/Jhon Roy Purba
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal 

Kamal mengatakan, bila ada kelompok masyarakat yang memiliki pemahaman berbeda dengan NKRI, aparat kepolisian akan melalukan tindakan humanis.

“Kalau ada kelompok yang berseberangan dengan kita, tentu perlu ada pendekatan"

"Bukan malah kita tindak"

"Ini masalah pemikiran yang berbeda"

"Perlu ada pendekatan,” kata dia.

Kabar Keretakan Rumah Tangga, Gading Marten dan Gisel Kompak Bantah Isu Orang Ketiga

Kamal meminta masyarakat di Papua tidak terprovokasi dengan kegiatan yang akan di gelar oleh kelompok-kelompok tertentu pada tanggal 1 Desember, karena itu merupakan pelanggaran hukum yaitu makar.

“Saya tegaskan, Papua ini sudah final bagian dari NKRI, jadi bila ada kelompok–kelompok yang mau mencoba memecah belah kesatuan bangsa ini, maka kepolosian memiliki tugas untuk tidak membiarkan hal itu terjadi," ujar Kamal.

Dua hari menjelang 1 Desember 2018, situasi Kamtibmas Papua pada umumnya relatif kondusif.

Aktivitas perekonomian dan perkantoran serta kegiatan pendidikan berjalan dengan normal seperti biasanya.

Humas Pengadilan Tipikor Jakarta Sebut Zumi Zola Diizinkan Hadiri Pemakaman Ayahnya

Polisi mengakui, meningkatkan pengamanan pada Desember, namun dalam rangka menyambut Natal dan tahun baru 2019.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved