Jelang Natal dan Tahun Baru, Pasar Ir Soekarno Sukoharjo Terpantau Sepi dan Harga Komoditas Naik
Komoditi di Pasar Ir Soekarno, Sukoharjo, mengalami kenaikan harga seperti lombok, bawang merah dan bawang putih dalam kurun waktu seminggu terakhir.
Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Menjelang perayaan Natal, Pasar Ir Soekarno Sukoharjo masih terlihat sepi.
Pantauan TribunSolo.com, Jumat (21/12/2018), belum ada lonjakan pembeli di pasar utama di Sukoharjo Kota ini.
Menurut pedagang sembako Suratmi, hingga hari ini belum ada lonjakan pembeli, aktivitas perdagangan masih seperti biasa.
Suratmi menambahkan jika ada beberapa barang dagangannya yang mengalami kenaikan harga seperti lombok, bawang merah dan bawang putih dalam kurun waktu satu minggu terakhir.
Lombok sret atau cabai rawit naik menjadi Rp 35 ribu per kilogram dari harga Rp 22 ribu per kilogram.
Bawang putih yang awalnya hanya Rp 18 ribu per kilogram menjadi Rp 22 ribu per kilogram.
Bawang merah yang semula dijual Rp 20 ribu per kilogram menjadi Rp 25 ribu per kilogram.
"Untuk sayuran dan bahan pangan yang lain masih sama harganya," katanya.
Sementara itu, harga ayam potong naik dari Rp 32 ribu per kilogram menjadi Rp 34 ribu per kilogram.
Menurut Sumarsono, kenaikan ini berasal dari rumah potong hewan.
Kenaikan harga juga sudah menjadi tren saat menjelang hari raya.
• Kemendag Pastikan Harga dan Stok Bahan Pangan saat Natal dan Tahun Baru di Sukoharjo Aman
Salah seorang pembeli yang berasal dari Desa Kepuh, Sukoharjo, Ning, mengungkapkan tidak terkejut dengan kenaikan harga ini.
"Sudah bisa diperkirakan kenaikan harga ini, tapi semoga saja kenaikannya tidak sampai meroket."
"Jika kenaikan sampai meroket terutama bahan-bahan utama, akan sangat berpengaruh pada uang belanja rumah tangga," kata Ning.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/pasar-ir-soekarno-sukoharjo-2.jpg)