Pilpres 2019
Saran Sujiwo Tejo agar Mendapat Presiden yang 'Pas': Presiden Ditulari Nilai Kolektif Rakyatnya
Budayawan Sujiwo Tejo memberikan saran jika ingin mendapatkan presiden yang 'pas'.
Penulis: Fachri Sakti Nugroho | Editor: Fachri Sakti Nugroho
TRIBUNSOLO.COM - Budayawan Sujiwo Tejo memberikan saran jika ingin mendapatkan presiden yang 'pas'.
Budayawan yang kerap tampil selenge'an ini memang kerap memberikan petuah-petuah bijak yang syarat makna.
Syukur-syukur, petuahnya dapat kita elaborasi bersama dan diwujudkan dalam kehidupan nyata sebagai upaya untuk menjaga kewarasan.
Omong-omong soal pas. Pas itu yang bagaimana sih?
• Pertanyaan Dikirim Sebelum Debat, Sujiwo Tejo: Presiden Harus Teruji Keaktorannya, Aku Sangat Bangga
Standar atau pemaknaan orang tentang 'pas' ini mungkin beragam.
Namun satu hal yang pasti, 'pas' itu tidak kurang dan tidak lebih.
Tolok ukur sederhananya, jika presidenmu sudah melakukan tugas-tugasnya sesuai amanat konstitusi, maka dapat dikatakan bahwa presidenmu itu presiden yang pas.
Namun kita sadari betul, bahwa menjadi yang pas itu tidak mudah.
Meskipun juga tidak sulit, sebenarnya.
Kembali kepada Sujiwo Tejo. Presiden negeri Jancukers ini mengatakan, "presiden cuma ditulari nilai-nilai kolektif rakyatnya." Apa maksudnya?
Pernyataan Sujiwo Tejo tersebut disampaikan melalui kicauan Twitternya, Selasa (8/1/2019).
Kita simak dulu kicauan lengkapnya:
"Kenabian adalah tonggak.
Nabi menjalarkan nilai2 'baru' kepada zamannya.
Kepresidenan bukan tonggak.