​Punyai Tempat Ibadah 6 Agama, Memperkokoh Status UNS Solo sebagai Benteng Pancasila

Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo memulai pembangunan tempat ibadah bagi pemeluk agama Konghucu, Kelenteng, Kamis (24/1/2019).

Penulis: Imam Saputro | Editor: Fachri Sakti Nugroho
TribunSolo.com/Imam Saputro
Peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan kelenteng di UNS Solo, Kamis (24/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo memulai pembangunan tempat ibadah bagi pemeluk agama Konghucu, kelenteng, Kamis (24/1/2019).

Kelenteng ini melengkapi adanya tempat ibadah bagi 6 agama yang diakui di Indonesia di kawasan kampus UNS Solo.

"Di kawasan ini sudah ada masjid, gereja, pura, wihara dan sekarang ada kelenteng untuk melengkapi tempat ibadah semua agama di Indonesia," kata Ravik, Kamis (24/1/2019).

UNS Solo Bangun Kelenteng di Kampus Kentingan

Ravik mengatakan saat ini tercatat ada 6 mahasiswa UNS Solo yang menganut agama Konghucu.

"Kami tidak melihat jumlahnya, akan tetapi ini untuk memberikan kesempatan beribadah kepada semua umat bergama di UNS Solo," kata dia.

Adapun kelenteng tersebut akan diberi nama Kelenteng Sinar Kebajikan atau Khongcu Bio.

Menurut rektor, hadirnya kelenteng ini memperoleh UNS Solo sebagai kampus Benteng Pancasila.

“Sejak ada pertama kali, UNS Solo sudah menjadi benteng Pancasila,” katanya.

Ravik mengatakan dengan selesainya kelenteng ini maka akan melengkapi adanya tempat ibadah bagi pemeluk 6 agama di kampus UNS Solo.

“Itu merupakan bukti UNS menjadi benteng Pancasila,” ujarnya.

PPLH UNS Latih OPD di Solo untuk Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik

Keberadaan masjid, gereja, pura, wihara, dan kelenteng dalam satu kawasan menjadi kawasan pengamalan Pancasila.

“Dalam kehidupan sehari-hari, ada keharmonisan di antara pemeluk agama tersebut,” ujar Ravik.

Rektor menyampaikan, sejak dahulu juga selalu diberikan mata kuliah Pancasila di UNS berdampingan dengan mata kuliah dan Kewarganegaraan.

Bahkan menjadi mata kuliah wajib dengan dua SKS bagi mahasiswa.

"Itu salah satu bukti UNS sebagai kampus Benteng Pancasila," ungkapnya.

Ravik menambahkan, sejak awal mahasiswa UNS masuk sudah diberi pendidikan karakter.

“UNS bekerja sama dengan ESQ yang arahnya membentuk karakter dan nasionalisme."

"UNS Active sebenarnya salah satu bentuk pendidikan karakter yang kini diterapkan di civitas academika UNS," jelasnya.​(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved