Solo Mendaftar Jadi Kota Kerajinan dan Kesenian Rakyat UNESCO Creative City Network

Kota Solo mendaftar menjadi kota kerajinan dan kesenian rakyat di UNESCO Creative City Network (UCCN) atau Jaringan Kota Kreatif UNESCO.

TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Penutupan bundaran Gladag Solo untuk lanjutan pengerjaan penataan koridor Jl Jenderal Sudirman Solo.  

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kota Solo mendaftar menjadi kota kerajinan dan kesenian rakyat di UNESCO Creative City Network (UCCN) atau Jaringan Kota Kreatif UNESCO.

Proposal terkait hal tersebut tengah disusun dan akan diajukan pada Februari 2019 ini.

"Kami masih mematangkan berkas, dan targetnya Februari ini sudah selesai dan segera diajukan," kata Kabid Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Solo, Francisco Amaral, Jumat (1/2/2019).

Ia mengatakan Pemkot Solo telah mendata ulang 300an sanggar seni pertunjukan.

"Separuh ternyata tidak aktif, sedangkan separuhnya masih aktif dan sering menggelar pertunjukan," kata dia.

Diperkirakan ada ribuan seniman yang masih sering menggelar pertunjukan di level kampung sampai internasional.

Menurutnya, dalam proposal pengajuan, terdiri dari tujuh item dengan puluhan sub item.

Pengisiannya dilakukan hingga Juni, yang disusul penjurian pada bulan berikutnya.

"Item yang diisi di antaranya seberapa besar sumbangsih aksi kreatif itu pada perekonomian masyarakat kota," jelasnya.

Sebelum Solo sudah ada Pekalongan dan Bandung yang diakui bagian dari UNESCO Creative Cities Network (UCCN).

Kota Pekalongan menjadi kota pertama di Indonesia yang diakui secara resmi sebagai bagian dari UNESCO Creative Cities Network (UCCN) kategori Crafts and Folk Art per 1 Desember 2014.

Tahun berikutnya giliran Kota Bandung yang tercatat sebagai bagian dari jaringan kota kreatif versi UNESCO di kategori Design. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved