Jenang Grendul di Semarak Jenang Sala 2019 sebagai Makna Rasa Syukur

Filosofi jenang grendul pada Semarak Jenang Sala 2019 sebagai tanda syukur.

Jenang Grendul di Semarak Jenang Sala 2019 sebagai Makna Rasa Syukur
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Ratusan warga mencoba berbagai jenis jenang di stan Semarak Jenang Sala 2019, di Sriwedari, Solo, Minggu (17/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Peserta Semarak Jenang Sala 2019 dari Kecamatan Banyuanyar yang membagikan jenang grendul kepada masyarakat menyebut jenang grendul sebagai tanda syukur.

"Kita membagikan jenang grendul itu kan simbol rezeki dan juga rasa syukur," kata seorang panitia dari Kecamatan Banyuanyar, Anik, Minggu (17/2/2019).

Diharapkan, jenang grendul yang dibagikan bisa menjadi rezeki dari Tuhan.

"Semoga Kelurahan Banyuanyar terus diberi rezeki oleh yang Maha Kuasa," katanya.

Dirinya juga membeberkan bahwa jenang ini juga biasa disebut jenang candhil.

"Jenang terbuat dari tepung ketan dan dicampur dengan gula merah sehingga warna merahnya kecoklatan," katanya.

Pesan Wali Kota FX Hadi Rudyatmo di Semarak Jenang Sala 2019 Bagian HUT ke-274 Kota Solo

Sebanyak 100 takir jenang grendul dibagikan kepada pejalan kaki yang telah menunggu di Semarak Jenang Sala 2019, Minggu (17/2/2019) pagi hari.

Jenang Grendul memiliki tekstur kenyal dan berbentuk seperti bola-bola kecil dan dipadukan dengan kuah santan pada penyajiannya.

Jenang jenis ini biasanya ada pada acara-acara formal atau kuliner keluarga.

Setiap tahun Kecamatan Banyuanyar pun selalu mengikuti Semarak Jenang Grendul dan membagikan berbagai jenis jenang.

Mulai dari jenang mutiara, jenang tumpang dan jenang ikan.

Pada gelaran ini, total 274 stan dari berbagai instansi, perusahaan hingga kecamatan turut meramaikan gelaran ini. (*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved