Donor Darah Berdampak Positif Bagi Kesehatan, Berikut Ini Penjelasannya dari dr. Jellyni Yani
Donor darah memiliki dampak positif bagi kesehatan. Simak penuturannya dari dokter Palang Merah Indonesia (PMI) Solo, dr. Jellyni Yani.
Penulis: Fachri Sakti Nugroho | Editor: Fachri Sakti Nugroho
TRIBUNSOLO.COM - Donor darah memiliki dampak positif bagi kesehatan.
Hal ini disampaikan oleh dokter Palang Merah Indonesia (PMI) Solo, dr. Jellyni Yani saat berkunjung ke kantor Tribunnews.
Ia menepis berbagai isu perihal dampak buruk dari donor darah.
"Itulah persepsi masyarakat yang salah, donor itu membuat darah menjadi lebih bagus, lebih sehat," ujarnya.
• Stok Darah di PMI Solo Masih Mencukupi Kebutuhan Darah di Kota Bengawan
Terkait rumor donor darah membuat badan menjadi lebih gemuk, dr Jellyni Yani juga membantahnya.
"Takut gemuk, itu salah sama sekali," ujarnya.
Menurutnya, donor darah membuat badan menjadi lebih sehat dan kebal terhadap beberapa penyakit, seperti influenza.
"Yang sering donor darah, tubuh lebih jarang sakit, karena sirkulasi darahnya bertukar terus."
"Badan lebih fit, karena sirkulasinya lancar."
Ia menambahkan, donor darah juga tidak membuat darah dalam tubuh tersedot habis.
"Darah tidak akan berkurang, kayak perempuan haid kan keluar darahnya juga," ujarnya.
• PMI Solo Mengadakan Kegiatan Donor Darah di Gedung Tribunnews Solo
Stok darah masih mencukupi
dr. Jellyni Yani juga menyebut stok darah di Solo masih mencukupi.
Lebih rinci, dr. Jellyni Yani mengatakan, stok darah di PMI saat ini masih ada 1.378 kantung.
Stok darah untuk darah golongan A ada 301 kantung, darah golongan B ada 470 kantung, darah golongan O ada 326, dan darah golongan AB ada 281 kantung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/palang-merah-indonesia-pmi-solo-menggelar-kegiatan-donor-darah-di-gedung-tribunnews-di-solo.jpg)