Alokasi LPG 3 Kilogram di Kota Solo Naik Sekitar 4 Persen pada 2019
PT Pertamina (Persero) pada 2019 ini alokasikan Liquefied Petroleum Gas (LPG) atau Elpiji ukuran 3 kilogram (kg) sebanyak 27.746 ton.
Penulis: Garudea Prabawati | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - PT Pertamina (Persero) pada 2019 ini alokasikan Liquefied Petroleum Gas (LPG) atau Elpiji ukuran 3 kilogram (kg) sebanyak 27.746 ton atau sekitar 9.248.667 tabung.
Sales Executive LPG wilayah Solo Raya, Adeka Sangtraga Hitapriya berujar alokasi tersebut naik sekitar 4 persen dibandingkan dengan target alokasi komoditas subsidi tersebut pada 2018.
"Di mana pada 2018 lalu target alokasi LPG melon sebesar 26.589 ton atau 8.863.000 tabung," katanya kepada TribunSolo.com, Kamis (28/2/2019).
Pada target 2018 tersebut terealisasi sebesar 27.201 ton atau sekitar 9.067.000 tabung.
Dari data tersebut, lanjutnya, konsumsi LPG 3 Kg memang terus mengalami peningkatan.
• PT Pertamina MOR IV Jateng dan DIY: Penyaluran LPG Subsidi Akhir 2018 Naik 7 Persen
Faktornya beragam, mulai dari adanya penambahan keluarga atau Kepala Keluarga (KK) baru.
Hal tersebut dimungkinkan karena faktor tumbuhnya usaha mikro baru, dan adanya faktor program satu kelurahan diupayakan ada minimal satu pangkalan LPG.
"Namun bisa jadi bertambahnya angka kemiskinan, dan juga dan masih terbukanya distribusi subsidi, sehingga semua sektor masih mengkonsumsi tak terbatas kepada yang kurang mampu," katanya.
Hal tersebut menjadi sinergi bersama, baik dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta serta stakeholder terkait untuk memastikan LPG 3 Kg tepat sasaran.
Sementara pihaknya menambahkan untuk penyaluran periode triwulan I 2019, untuk Januari 2019 sebanyak 799.200 tabung dan Februari 2019 sebanyak 710.480 tabung. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/temuan-lpg-3-kg-di-rumah-makan.jpg)