Banjir di Gresik: Empat Kecamatan Terendam Banjir

Curah hujan yang mengguyur Kabupaten Gresik dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir membuat empat kecamatan mulai terendam banjir.

Banjir di Gresik: Empat Kecamatan Terendam Banjir
Dok. BPBD Gresik
Banjir mulai melanda sejumlah daerah di Kabupaten Gresik, meski kebanyakan air masih menggenangi jalan poros desa. 

TRIBUNSOLO.COM, GRESIK - Curah hujan yang mengguyur Kabupaten Gresik dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir membuat empat kecamatan mulai terendam banjir.

Keempat kecamatan itu adalah Kecamatan Driyorejo, Cerme, Dukun, serta Bungah. Banjir merendam areal persawahan dan jalan umum. Sebagian rumah warga juga mulai terendam.

“Sampai dengan pukul 11.00 WIB, empat kecamatan, Driyorejo, Cerme, Dukun, dan Bungah, masih terendam air dengan ketinggian berbeda-beda,” ujar Kepala Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) Gresik, Tarso Sagito, saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (8/3/2019).

“Untuk daerah terdampak, masih kebanyakan area persawahan dan jalan umum poros desa. Meski juga sudah ada beberapa rumah warga yang tergenang air, seperti di Kecamatan Cerme dan Bungah,” tambahnya.

Viral Guru SMP di Gresik Ditantang Siswanya, Hotman Paris Ajak 3 Anaknya Patungan Bantu Nur Khalim

Menurut data BPBD Gresik, banjir yang menggenang di Kecamatan Driyorejo terdapat di Desa Kesamben Wetan. Tinggi air yang menggenangi jalan poros desa antara 10 hingga 15 sentimeter sepanjang 150 meter.

Sementara itu, di Kecamatan Dukun, daerah terdampak banjir di antaranya di Desa Bangeran dengan air menggenangi jalan poros desa sepanjang 700 meter dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter dan menggenangi area persawahan maupun tambak seluas 4 hektar.

“Air luberan dari Waduk Porolimo di Dukun juga menggenangi area persawahan yang ada di Desa Wonokerto dan Bulangan,” kata Tarso.

Adapun di Desa Gedong Kedo’an yang juga terdapat di Kecamatan Dukun, air menggenangi jalan poros desa sepanjang 400 meter dengan ketinggian 25 hingga 30 sentimeter serta areal persawahan dan tambak seluas 9 hektar, dengan tempat pemakaman warga setempat juga tergenang air dengan ketinggian 30 hingga 45 sentimeter.

Kondisi Topografi Cekung, Kawasan Baleendah dan Majalaya Dilanda Banjir Sepuluh Kali dalam Setahun

Untuk Desa Bulangan di Kecamatan Dukun, air menggenangi jalan poros desa sepanjang 700 meter dengan ketinggian mencapai 25 sentimeter, sementara areal tambak yang tergenang ada seluas 4 hektar.

“Sementara di Dusun Kaliagung (Desa Tiremenggal), area persawahan yang tergenang mencapai 8 hektar dan di Desa Lowayu, areal persawahan dan tambak yang tergenang seluas 20 hektar,” ucap dia.

Adapun di Kecamatan Cerme, areal terdampak banjir berada di Desa Morowudi dengan ketinggian air di jalan raya sepanjang 600 meter mencapai 20 hingga 30 sentimeter. Sementara itu, di Dusun Morowudi Wetan, ada sebanyak sepuluh rumah yang tergenang air dengan ketinggian 10 hingga 15 centimeter.

Banjir Madiun: Air Mulai Surut, Banyak Pengungsi Kembali Pulang ke Rumah

Sedangkan di Kecamatan Bungah, banjir merendam jalan yang masuk dalam lingkungan kampung di Dusun Bungah sepanjang 800 meter dengan ketinggian air sekitar 10 hingga 20 sentimeter. Rumah warga terendam air hingga ketinggian 5-15 sentimeter.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sempat menyebutkan, banjir yang merendam beberapa wilayah di Jawa Timur, termasuk Gresik, terjadi karena fenomena alam yang dinamakan Madden Julian Oscillation (MJO).

Fenomena ini adalah fenomena gelombang atmosfer yang bergerak merambat dari barat (Samudera Hindia) ke timur dengan membawa massa udara basah yang meningkatkan potensi curah hujan bagi daerah-daerah yang dilalui. (*)

Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved