Romahurmuziy Ditangkap KPK

Kasus Dugaan Korupsi Romahurmuziy: Adakah Aliran Dana ke PPP?

KPK belum menemukan adanya aliran dana ke PPP terkait kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama tahun 2018-2019 yang jerat Romahurmuziy

Kasus Dugaan Korupsi Romahurmuziy: Adakah Aliran Dana ke PPP?
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ketua Umumm PPP Romahurmuziy atau yang akrab disapa Romy keluar gedung KPK Jakarta memakain rompi tahanan usai diperiksa oleh penyidik, Sabtu (16/3/2019). Romahurmuziy ditahan oleh KPK usai ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan suap seleksi jabatan di Kementerian Agama. 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - KPK belum menemukan adanya aliran dana ke PPP terkait kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama tahun 2018-2019 yang menjerat Ketua Umumnya Romahurmuziy alias Romy.

Namun, menurut Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, pihaknya akan terus mendalami apakah ada keterlibatan partai berlogo Kakbah itu dalam perkara suap ini.

"Kami belum menemukan bukti tentang itu, tapi mungkin salah satu yang akan didalami dalam proses penyidikan selanjutnya," kata Laode kepada wartawan, Senin (18/3/2019).

Saksi Kasus Romahurmuziy Kemungkinan Bertambah, Mungkinkah KPK Periksa Menag Lukman Hakim Saifuddin?

Dalam kasus ini, Romy diduga menerima suap senilai Rp300 juta terkait jual beli jabatan di Kemenag. Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin diduga telah menyuap Romy untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemenag. 

Muhammad Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. Sedangkan Haris, mendaftar sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur.

Padahal, pihak Kemenag menerima informasi jika nama Haris Hasanuddin tidak diusulkan ke Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin lantaran Haris diduga pernah mendapatkan hukuman disiplin.

Namun, demi memuluskan proses seleksi jabatan tersebut, diduga terjadi komunikasi antara ‎Muafaq dan Haris yang menghubungi  Romy untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemenag. 

Diduga, terjadi kerja sama pihak-pihak tertentu untuk tetap meloloskan Haris Hasanuddin dalam proses seleksi jabatan tinggi di Kementeriaan Agama tersebut.

Muafaq dan Haris sebelumnya memberikan uang senilai Rp250 juta di kediaman Romy pada 6 Februari 2019 lalu. Uang itu diduga pemberian yang pertama.

Kemudian, Haris Hasanuddin pada akhirnya dilantik oleh Menag Lukman sebagai Kakanwil Kemenag Jatim pada awal Maret 2019. Setelah Haris lolos seleksi dan menjabat Kakanwil Kemenag Jatim, Muafaq meminta bantuan kepada Haris untuk dipertemukan dengan Romy.

Halaman
12
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved