Lanjutan Kasus Novel Baswedan, Tim Gabungan Datangi Malang dan Periksa Sejumlah Saksi
Tim gabungan mendatangi Malang, melanjutkan proses penyelidikan terhadap kasus teror penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK, Novel Baswedan.
Nur Kholis menyampaikan, tim gabungan yang bertanggung jawab langsung kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian menggunakan pendekatan baru dalam mengungkap kasus teror itu.
"Diantaranya kami melakukan klarifikasi ulang terhadap saksi dan TKP atau tempat yang berkaitan dengan peristiwa," katanya.
CCTV yang ada di rumah Novel Baswedan juga diperiksa ulang.
Namun CCTV itu tidak memberikan petunjuk yang jelas terkait pelaku teror tersebut.
"CCTV yang ada di rumah Novel Baswedan memang ada sedikit kendala di situ, CCTV itu tidak begitu jelas."
"Untuk membuat itu terang kami sudah berkoordinasi dengan lembaga apapun supaya membuat CCTV ini bisa menjadi petunjuk yang bermanfaat untuk proses ini," jelasnya.
• Kuasa Hukum Novel Baswedan Sebut Tim Gabungan Hanya Akan Zero Hasil
Anggota tim pakar lainnya yang juga Komisioner Kompolnas, Poengky Indrati mengatakan, tim gabungan akan bekerja ekstra untuk mengungkap kasus Novel Baswedan.
"Kami sudah bekerja dengan serius dan kami butuh dukungan dari publik agar kami segera bisa menyelesaikan tugas ini dengan baik," katanya.
Diketahui, Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April 2017 pagi.
Saat itu, Novel baru saja menunaikan salat subuh di Masjid Al Ihsan, dekat rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara. (Kompas.com/Andi Hartik)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Teror Mata Novel Baswedan, Tim Gabungan Periksa Saksi dan 3 Tempat di Malang"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/tim-penyelidikan-kasus-novel-baswedan.jpg)