Pemilu 2019

Dukung Pemilu Damai, JMPP Deklarasi di Joyosuran, Pasar Kliwon Solo

Setelah diadakan di Kota Solo, rencananya JMPP juga akan menyelenggarakan kegiatan serupa di seluruh wilayah di Indonesia.

TRIBUNSOLO.COM/CHRYSHNA PRADIPHA
JMPP Solo deklarasi Pemilu Damai di Gedung Rikma, Joyosuran, Pasar Kliwon, Solo, pada Sabtu (23/3/2019) malam. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Dukungan untuk mewujudkan pesta demokrasi berjalan aman dan nyaman datang dari elemen masyarakat di Solo bernama Jaringan Masyarakat Peduli Pemilu (JMPP).

Acara bertajuk deklarasi Pemilu damai itu digelar di Gedung Rikma, Joyosuran, Pasar Kliwon, Solo, pada Sabtu (23/3/2019) malam.

Dalam sambutannya, Koordinator JMPP Solo, Diah Warih Anjari, menuturkan meski beda pilihan dalam Pilpres 2019 persatuan dan kesatuan yang ada di masyarakat sebaiknya diutamakan.

Sekaligus berharap agar pesta demokrasi lima tahunan tidak memecah belah persatuan Bangsa Indonesia. 

Ajak Masyarakat Sukseskan Pemilu, Bawaslu Sukoharjo Gelar Wayang Kampung Sebelah di Alun-alun

"Persatuan dan kesatuan bangsa tetap nomor satu, jangan hanya beda pandangan politik mengakibatkan kita tercabik-cabik," ungkapnya.

Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk menyalurkan hak pilihnya pada tanggal 17 April 2019 mendatang sesuai dengan hati nurani. 

"Pilihlah pemimpin bangsa dan wakil rakyat sesuai dengan hati nurani, pilihlah pemimpin yang mampu mengemban amanah seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.

Adapun sekitar 200 warga hadir dalam acara itu.

MRT Jakarta Diresmikan, Anies Baswedan Ucap Terima Kasih kepada Sutiyoso hingga Jokowi

Acara bertajuk "Mewujudkan Pemilu Berkualitas, Jujur dan Adil"  juga disi dengan deklarasi bersama untuk mewujudkan Pemilu yang jujur dan adil.

Setelah diadakan di Kota Solo, rencananya JMPP juga akan menyelenggarakan kegiatan serupa di seluruh wilayah di Indonesia.

"Khususnya di kota-kota besar dan rawan gesekan mengancam persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia," ungkap Diah. 

Sekilas tentang JMPP, elemen masyarakat tersebut lahir ataa kekhawatiran pro dan kontra menyikapi perkembangan saat ini.

Kampanye Terbuka Prabowo-Sandi di Solo, Massa Mulai Berdatangan di Lapangan Dekat Rumah Jokowi

Menurut Diah Warih, masyarakat terpecah akibat pandangan politik.

Lanjutnya, untuk mencegah perpecahan yang timbul di masyarakat maka dilakukan komunikasi melalui wadah tersebut demi terciptanya Bangsa Indonesia yang bermartabat. 

"Gerakan JMPP sebagai wadah kerjasama lintas Ormas, tokoh masyarakat, pemuda, dan agama dirasa efektif menyampaikan pesan tidak hanya sebatas golongan dan kelompok tertentu saja," pungkas Diah. (*)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved