Komunitas 'Cinka' Ingin Wisata Karanganyar Mendunia

Komunitas Cinta Karanganyar (Cinka) ingin membawa wisata di Kabupaten Karanganyar mendunia.

Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Fachri Sakti Nugroho
TribunSolo.com/Agil Tri
Bupati Karanganyar Haji Juliyatmono berfoto bersama sejumlah member CINKA di Sapta Tirta pablengan kecamatan matesih kabupaten Karanganyar, Minggu (31/3/2019) 

Lapiran wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Komunitas Cinta Karanganyar (Cinka) ingin membawa wisata di Kabupaten Karanganyar mendunia.

Bertepatan dengan HUT Cinka ke-6, mereka mengunjungi sejumlah tempat wisata di Karanganyar.

"Bertepatan dengan HUT Cinka ke-6 ini kami mengunjungi berbagai tempat wisata di Karanganyar dan ingin wisata di Karanganyar mendunia," Humas Cinka, Nasution saat dihubungi TribunSolo.com, Minggu (31/3/2019).

Satu Keluarga Asal Karanganyar Jadi Korban Penjambretan di Jalan Raya Sragen-Ngawi

Salah satunya lokasi wisatanya adalah di area wisata Sapta Tirta di Desa Pablengan, Kecamatan Matesih, yang juga dijadikan lokasi perayaan HUT Cinka ke-6.

Lokasi ini dipilih karena komunitas Cinka ingin mengangkat kembali potensi wisata lokal yang ada di Kabupaten Karanganyar salah satunya pemandian Sapta Tirta.

Dalam perayaan HUT cinta yang ke-6 ini juga dimeriahkan dengan keberadaan pasar zaman dulu atau yang disingkat dengan pasar jadul.

"Pasar ini berlangsung selama 2 hari di buka pada hari Sabtu lalu oleh Bupati Karanganyar, Haji Juliyatmono dan berakhir pada hari ini," katanya.

"Masuk ke pasar ini sejenak kita diajak nostalgia pada masa lalu di Pasar jadul," imbuhnya.

Bupati Karanganyar Ikuti Simulasi Pencoblosan Pemilu 2019, Begini Evaluasinya

Pasar ini menyajikan aneka menu kuliner pada zaman dulu seperti balung kethek jadah bakar jenang dan masakan kuliner yang tidak bisa kita jumpai di era modern seperti sekarang.

"Melihat respon masyarakat dan antusiasme warga yang begitu tinggi pasar jadul ini diharapkan bisa diselenggarakan secara rutin, namun tentu saja tetap mempertimbangkan jeda waktu agar masyarakat tidak jenuh misalnya bisa diselenggarakan 1 bulan sekali sehingga kehadiran pasar jadul ini akan ditunggu oleh masyarakat," katanya.

Sementara itu kepala dinas pariwisata pemuda dan olahraga kabupaten Karanganyar mengatakan pihaknya mengapresiasi komunitas tanpa terkecuali yang peduli akan lingkungan dan potensi wisata di Karanganyar salah satunya adalah komunitas Cinka.

Pihaknya akan menggandeng komunitas untuk bersinergi bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Karanganyar dalam rangka mengangkat potensi wisata lokal yang ada di Karanganyar.

Pasar jadul ini sendiri terbukti mendapat respon positif dari masyarakat.

Ini terlihat dari jumlah pengunjung yang datang pada saat acara dibuka hingga acara berakhir pada minggu hari ini.

Bendungan Gondang Karanganyar Dapat Menambah Intensitas Pertanian hingga 140 Persen

"Kegiatan ini mendapat dukungan dan melibatkan banyak sekali komunitas dan edition yang mendukung kegiatan ini sehingga acara ini menjadi viral, terutama di media sosial," katanya.

Sementara itu salah satu pengunjung dari Jumapolo Pungky (23), menyambut baik kegiatan adanya pasar jadul ini.

"Selain unik dan menarik di pasar ini mengenalkan kuliner yang dulu belum saya kenal dari pasar ini kita tahu u ternyata banyak kuliner murah enak dan lezat dan pastinya menyehatkan," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved