Pilpres 2019

Gelar Rapat Tertutup Sore Ini, BPN Sebut Ada Lebih dari 100 Laporan Dugaan Kecurangan Pemilu

Djoko Santoso memanggil sejumlah pejabat struktural tim pemenangan ke Posko di Jalan Kertanegara nomor 6, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Tayang:
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Tribunnews.com/Taufik Ismail
ILUSTRASI - Calon Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah mitra partai koalisi, ulama, dan tokoh di Kediamannya, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa,(23/4/2019) 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso memanggil sejumlah pejabat struktural tim pemenangan ke Posko di Jalan Kertanegara nomor 6, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, (25/4/2019).

Mereka menggelar rapat tertutup untuk membahas update rekapitulasi suara melalui formulir C1, dan sejumlah dugaan kecurangan penyelenggaraan Pemilu.

Wakil Ketua BPN, Slamet Ma'arif mengatakan pertemuan difokuskan membahas dugaan penyelenggara Pemilu.

"Iya rapat BPN. Tadi kami dan ulama-ulama ketemu dengan ketua BPN untuk sharing aja dan perkembangan di lapangan terutama masifnya kecurangan-kecurangan yang ada, kami berikan masukan kepada ketua BPN," ujar Slamet di lokasi.

Dalam Kapasitas Apa Mahfud MD, Rizal Ramli dan Said Didu Menilai KPU Benar atau Salah?

Ia mengatakan terdapat lebih dari 100 laporan dugaan kecurangan Pemilu yang telah dilaporkan ke BPN.

Dugaan kecurangan tersebut berasal dari berbagai daerah yang dikumpulkan saksi, relawan, dan Partai Politik.

"Sudah di atas 100 dan terus berjalan laporan itu masuk, kami koordinasikan dengan BPN," katanya.

Laporan Laporan tersebut saat ini menurut Slamet sedang digodok oleh BPN.

Laporan yang memiliki bukati kuat kemuaian akan iteruskan ke Bawaslu.

"Kami godok dan pelajari, lalu dilaporkan BPN ke Bawaslu," katanya.

Prabowo Minta Lembaga Survei Pindah ke Antartika, Yunarto Sarankan Prabowo Pecat Timnya

Ia menambahkan bahwa kecurangan yang dilaporkan kepada BPN diantaranya yakni masalah DPT, surat suara yang telah tercoblos, dan kejanggalan penghitungan suara.

Sementara itu secara terpisah, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional ( TKN) Jokowi-Maruf, Johnny G Plate mengatakan apabila kubu Prabowo-Sandiaga memiliki bukti adanya kecurangan, sebaiknya dilaporkan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

"Sampaikan semua kecurangan atau hal yang dianggap merugikan partai, atau merugikan pasangan calon ke Bawaslu dan Bawaslu nanti akan meneruskan sesuai dengan undang-undang," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, (25/4/2019).

BPN Prabowo-Sandi Sebut Tak Ada Penghitungan Formulir C1 di Provinsi, Data Disetor ke Kertanegara

Sehingga menurut Johnny G Plate, tidak ada akrobatik politik dengan menggaungkan adanya kecurangan-kecurangan Pemilu.

"Jangan panik dengan dan memberikan pernyataan-pernyataan yang akrobatik diruang publik sekarang ini. Masyarakat sekarang ini membutuhkan justru sinyal yang positif, diksi-diksi yang membangun silaturahmi yang merekatkan kembali masyarakat walaupun di sisi yang lain dinamisnya politik tetap kita jaga ya," tutur Johnny G Plate. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Elite BPN Dikumpulkan di Kertanegara Bahas Dugaan Kecurangan Pemilu
Penulis: Taufik Ismail

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved