Breaking News:

Pilpres 2019

Buntut Kicauan Rizal Ramli, Jenderal TNI Andika Perkasa: Membuat Institusi Kami Sendiri Tercemar

Kicauan Anggota Dewan Penasihat BPN, Rizal Ramli tentang adanya 'laporan seorang Letkol AD' berbuntut panjang.

Youtube Kompas TV
Kepala staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Andika Perkasa saat menggelar konferensi pers menanggapi kicauan Rizal Ramli, Senin (6/5/2019). 

TRIBUNSOLO.COM - Kicauan Anggota Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (BPN), Rizal Ramli tentang adanya 'laporan seorang Letkol AD' berbuntut panjang.

Diketahui sebelumnya, Rizal Ramli dalam Twitternya, Minggu (5/5/2019) mengaku didatangi seorang ibu dan bapak yang tidak dikenalnya.

Ibu dan bapak tersebut berpesan kepada Rizal Ramli agar 'bicara lebih keras'.

Rizal Ramli hingga Said Didu Kritik Kinerja KPU, Mahfud MD: Nanti Akan Terbukti Saat Hitung Manual

Selain itu, Rizal Ramli juga mengaku didatangi oleh seorang 'Letkol AD'.

'Letkol AD' tersebut mengatakan bahwa berdasarkan laporan 'Babinsa', 'PS' sudah menang.

"Barusan belanja buah di supermaket. Didatangi ibu-ibu dan bapak yang saya tidak kenal. Ibu2 katakan, 'Pak Ramli harus bicara lebih keras, ini sudah ndak benar! Kemudian datang seorang Letkol AD, 'Pak ini sudah kebangetan, laporan2 Babinsa PS sudah menang. Bahkan di komplex Paspamres!'," kicau Rizal Ramli.

Menanggapi kicauan tersebut, Kepala staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Andika Perkasa menegaskan anggota TNI Angkatan Darat atau petugas babinsa yang ditugaskan tidak mempunyai data atau hasil pilpres 2019.

Dalam keterangan persnya, Jenderal Andika juga menjelaskan, setiap personel TNI AD yang ditugaskan membantu pengamanan pemungutan suara tidak diizinkan masuk ke TPS dan tidak mempunyai data hasil pilpres 2019.

Selain itu, TNI akan melakukan proses hukum kepada pihak yang memberikan informasi bohong kepada Rizal Ramli.

"Kita Angkatan Darat akan memproses hukum pemberi informasi bohong kepada salah satu tokoh bangsa tadi," kata Andika sebagaimana dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com, Senin (6/5/2019).

"Kita akan memproses hukum karena kalau memang benar dia anggota TNI aktif Angkatan Darat, maka kewenangan ada di kami untuk memproses."

"Itu tidak diragukan lagi dan itu sudah akan kita mulai, jadi kita dapat info atau tidak dari siapapun kita akan telusuri langsung."

"Ini sudah kita brifieng-kan barusan, sudah akan berjalan tim karena memang ini berita bohong yang dampaknya kemudian membuat institusi kami sendiri tercemar, karena seolah-olah Angkatan Darat sudah memiliki hasil," imbunya.

Rizal Ramli: Pak Mahfud Sama Saya kan Murid dan Sahabatnya Gus Dur, Kita Jangan Bongkar Luka Lama

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved