Polisi Ungkap Analisis Penembakan Harun Rasyid pada Aksi 22 Mei, Pelaku Beraksi dari Jarak 11 Meter

Teka-teki tewasnya remaja 15 tahun, Harun Al Rasyid, dalam kerusuhan aksi 22 Mei di kawasan Slipi, Jakarta Barat, sudah mulai terungkap.

KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Keluarga korban meninggal dunia yang terjadi saat aksi unjuk rasa hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 menemui Wakil Ketua DPR Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/5/2019). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Teka-teki tewasnya remaja 15 tahun, Harun Al Rasyid, dalam kerusuhan aksi 22 Mei di kawasan Slipi, Jakarta Barat, sudah mulai terungkap.

Dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan, berdasarkan investigasi, Harun ditembak oleh penembak misterius dari jarak sekitar 11 meter.

"Jaraknya cukup dekat antara pelaku yang melakukan penembakan dengan tangan kiri dan korban yang ditemukan di TKP, jaraknya kurang lebih dari hasil analisis dan rekonstruksi, 11 meter," ujar Dedi dalam konferensi pers di Gedung Mabes Polri, Jumat (5/7/2019).

Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Suyudi Ario Seto menambahkan, berdasarkan hasil uji balistik dikombinasikan dengan keterangan saksi mata, penembak diduga memegang senjata api menggunakan tangan kiri di bawah dada mengarah ke samping.

Dalam posisi itulah sang penembak misterius melepaskan tembakan sehingga mengenai Harun.

"Arah (peluru) lurus mendatar. Karena posisinya (Harun) di trotoar, agak tinggi."

"Jadi, diduga pelaku ini agak tinggi karena pelaku (pegang senjata api) di sini (di bawah dada menembaknya)," ujar Suyudi dalam kesempatan yang sama.

10 Anggota Brimob Dijatuhi Hukuman karena Lakukan Kekerasan Saat Kerusuhan 21-22 Mei 2019

Masih berdasarkan keterangan saksi, kata Suyudi, penembak misterius diduga berada dari arah ruko dekat fly over Slipi.

Pelaku diperkirakan memiliki tinggi 175 sentimeter.

Tubuhnya kurus serta memiliki rambut gondrong.

Pelurunya pun mengenai lengan kiri Harun hingga tembus ke rongga dadanya.

Meski demikian, belum diketahui apakah pelaku menembak asal-asalan atau memang sengaja mengarahkan larasnya ke remaja malang tersebut.

Guna menemukan identitas pelaku, polisi berencana menggunakan dua teknologi canggih, yakni face recognition dan voice analysis.

"Kami sedang menganalisis kembali menggunakan face recognition dari berbagai macam visual yang ada. Baik melalui video, kamera CCTV, termasuk kami combine dengan keterangan saksi," ujar Dedi.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved