Ali Mochtar Geram Dituduh Kafir dan Disuruh Sahadat Ulang karena Dukung Jokowi: Di Mana Logikanya?

Ali Mochtar Ngabalin mengaku dituding kafir dan disuruh bersahadat ulang gara-gara mendukung Joko Widodo.

Ali Mochtar Geram Dituduh Kafir dan Disuruh Sahadat Ulang karena Dukung Jokowi: Di Mana Logikanya?
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Ali Mochtar Ngabalin saat ditemui di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Kamis (5/1/2017). 

"Tapi ada UU turunannya tentang tata cara menyampaikan pendapat."

"Kalau ada orang mencaci maki saya, saya merasa terganggu, saya laporkan kepada kepolisian dan polisi mengambil tindakan, itu dimana kriminalisasinya?," imbuh Ngabalin.

Wacana Menteri Muda Disebut Pencitraan, Ngabalin Jelaskan Kriteria Anak Muda yang Disukai Jokowi

Selanjutnya, Ngabalin juga angkat bicara soal polarisasi yang terjadi karena salah satunya disebabkan oleh politisasi agama.

Agama dijadikan alat untuk menjatuhkan orang lain atau lawan politiknya.

"Kenapa polarisasi terjadi?," tanya Ngabalin.

"Karena orang menggunakan ayat, menggunakan agama dalam menciderai orang lain."

Padahal menurut Ngabalin, politisi yang bersaing dalam Pilpres 2019 adalah sama-sama orang yang beragama Islam.

"Sementara Jokowi itu seorang mukmin, wakilnya seorang ulama."

"Prabowo orang Islam, Pak Sandi juga orang Islam."

"Tapi yang dipakai untuk menghantam dan membatat Jokowi itu adalah dengan narasi-narasi agama," kata Ngabalin.

Halaman
1234
Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved