Breaking News:

Digugat 4 Pengamen Rp 746 Juta,Kepolisian: Kami Lakukan Penyelidikan & Penyidikan Secara Profesional

Sementara itu dari pihak Kepolisian merasa tidak menyalahi aturan terkait proses hukum kasus pembunuhan

KOMPAS.com/ JIMMY RAMADHAN AZHARI
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono memberi keterangan ke media pada Senin (1/4/2019) di Mapolda Metro Jaya 

TRIBUNSOLO.COM - Merasa menjadi korban salah tangkap dalam kasus pembunuhan Dicky Maulana (20) di kolong jembatan samping kali Cipulir, Jakarta Selatan, pada 2013 silam, empat pengamen menggugat pihak kepolisian. 

Mereka melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta kemudian menuntut kerugian dari Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Tinggi DKI karena salah menangkap. Kerugian yang dituntut pihak mereka sebesar Rp 186.600.000 untuk per anak.

Biaya itu meliputi total kehilangan penghasilan sampai biaya makan selama dipenjara.

Dengan demikian, total untuk keempatnya sebesar Rp 746.400.000.

Tidak hanya tuntuan secara materi, pihaknya juga meminta pihak Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Tinggi DKI untuk mengakui semua kesalahanya karena salah menangkap orang dan melakukan tindak intimidasi.

Sementara itu dari pihak Kepolisian merasa tidak menyalahi aturan terkait proses hukum kasus pembunuhan

Saat itu, Kepolisian menjerat empat orang tersangka yang masih di bawah umur, yakni Fikri, Fatahillah, Ucok, dan Pau.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pihaknya melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus tersebut secara professional.

Polisi ketika itu memiliki dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan mereka sebagai tersangka.

"Polisi telah melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus tersebut, bukti formil dan materiil telah dipenuhi.

Halaman
12
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved