Awasi Peredaran Garam Beryodium Rendah, Pemkab Klaten Sidak di Pasar Tradisional

Pengawasan tersebut dilakukan untuk mencegah peredaran garam yang yang memiliki kadar yodium rendah.

Penulis: Eka Fitriani | Editor: Garudea Prabawati
TribunSolo.com/Eka Fitriani
Petugas saat menguji aneka garam yang dijual di pasar, Klaten, (31/7/2019) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Klaten bersama Tim Pelaksana Penanggulangan Masalah Gizi (PMG) Kabupaten Klaten telah melakukan pemantauan dan pengawasan peredaran garam di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Klaten, Rabu (31/7/2019) siang.

Pengawasan tersebut dilakukan untuk mencegah peredaran garam yang yang memiliki kadar yodium rendah.

Hal tersebut karena garam yang kadar yodiumnya rendah akan menyebabkan berbagai penyakit.

"Konsumen harus hati-hati dalam membeli garam, karena saat sidak di Pasar Babad Desa Puluhan, Kecamatan Trucuk ini ditemukan ada garam yang kadar yodiumnya rendah," kata Analis Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, Anis Sih Retno, saat sidak di Pasar Srago, Rabu (31/7/2019) siang.

Jika Tak Berhasil Mediasi Terkait Galian C, Warga Keposong Boyolali Akan Tuntut Lewat Jalur Hukum

"Bila tubuh kekurangan zat yodium dapat mengakibatkan penyakit seperti kelenjar Thyroid yang lebih dikenal dengan nama penyakit gondok," katanya.

Kurangnya zat yodium tersebut juga dapat menyebabkan penyakit lain yang justru membahayakan.

Kondisi Pilu Rumah Keluarga Bayi Bibir Sumbing Karanganyar yang Berdinding Bambu, Ini Potretnya

Seperti tidak sempurnanya perkembangan intelegensia dan kecerdasan anak maupun pertumbuhan tubuh yang tidak normal.

Pada sidak tersebut, Bappeda Klaten juga melibatkan tim dari Asosiasi Produsen Garam Konsumsi Beryodium (Aprogakob) Kabupaten Pati.

Tolak Galian C, Ratusan Warga Keposong Boyolali Demo di Kantor Desa

Tim tersebut melakukan pengujian garam yang dijual di pasaran untuk mengetahui kadar yodium di dalamnya.

Pemantauan dan pengawasan garam beryodium tersebut dilakukan di lima pasar tradisional yakni Pasar Babad Trucuk, Pasar Sidoarjo Bayat, Pasar Tempursari, Pasar Kota Klaten dan Pasar Srago. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved