Didi Kempot Kerap Pakai Nama Tempat untuk Lagu-lagu, Begini Alasannya

Beberapa lagu Didi Kempot kerap menggunakan nama-nama tempat yang kini tengah mendapatkan perhatian dari milenial.

Tayang:
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
TRIBUNJATENG/PUTUT DWI PUTRANTO
Didi Kempot meramaikan acara Haul Nusantara di stadion Pancasila Demak, Minggu malam (17/04/2016). Kali ini Didi Kempot tidak berjarit namun mengenakan celana panjang. 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Beberapa lagu Didi Kempot kerap menggunakan nama-nama tempat yang kini tengah mendapatkan perhatian dari milenial.

Misalnya saja lagu Stasiun Balapan, Kopi Lampung, Perawan Kalimantan, Parangtritis, Pantai Klayar, Tanjug Mas Ninggal Janji yang lirik-liriknya tetap menceritakan tentang patah hati.

Tentunya ada tujuan khusus dari penyanyi yang dijuluki ‘The GodFather of Broken Heart’ ini menyematkan nama-nama tempat tersebut di lagunya.

Ternyata Didi Kempot secara tidak langsung ingin mempromosikan tempat-tempat tersebut secara melalui lagu-lagunya, seperti dikutip TribunSolo.com dari Tribunnews.com.

Gelar Acara Wayang Kulit Kresna Dadi Ratu di Istana Malam Ini, Presiden Jokowi Undang Didi Kempot

“Kita sebagai warga negra paling tidak ikut mempromosikan pariwsisata yang ada di daerah kita itu baik, kayaknya senang aja gitu bisa membahagiakan orang daerah tersebut,” kata Didi Kempot saat ditemui di Menara Kompas, Kamis (1/8/2019).

Walaupun tidak semua tempat yang dijadikan lagunya punya pengalaman khusus dengan dirinya, tapi penyanyi yang penggemarnya disebut dengan Sobat Ambyar ini pasti pernah mengunjungi tempat tersebut.

Ide membuat lagu dengan nama tempat tersebut juga ada yang datang ketika Didi Kempot sedang berjalan-jalan dan mendengar tentang cerita-cerita dari warga setempat.

“Datang dulu saya tanya-tanya orang disitu di sini ada apa saja, saya tuangkan sambil diramu, ditambah bumbu-bumbu patah hati,” ungkap Didi Kempot.

Penyanyi campur sari ini menyebutkan ketertarikan ia membuat lagu dengan menyebut nama-nama tempat karena ia juga yakin sebuah tempat pasti punya kenangan tersendiri bagi setiap orang.

“Karena tempat wisata banyak orang punya kenangan disitu tempat terminal, stasiun, pelabuhan, tempat wisata, masjid ada cinta dan ada tangis disitu,” ucap Didi Kempot.

Sewu Kuto Hanya Diciptakan dalam 2 Jam

Proses Kreatif Didi Kempot dalam membuat lagu bisa dibilang luar biasa.

Mulai debut kariernya sebagai penyanyi campursari pada 1989 sampai saat ini Didi sudah menciptakan sebanyak 700 lagu bernuansa Campursari Jawa.

Pria yang berjuluk The The Godfather of Broken Heart, saat berbincang dengan TribunSolo.com di Bandara Adi Soemarmo Solo mengaku bisa mendapatkan informasi dimana saja.

"Saat jalan-jalan, pas di rumah, dimana saja kalau ada ide ya langsung dibuat," kata Didi pada TribunSolo.com, Kamis (1/8/2019).

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved