5 Momen Viral Populer : Kronologi Polisi Digampar Istri Cemburu, Gara-gara Gendong Korban Kecelakaan

5 Momen Viral Populer : Kronologi Polisi Digampar Istri Cemburu, Gara-gara Gendong Korban Kecelakaan

Tayang:
Editor: Aji Bramastra
the reporter
Foto polisi selamatkan korban kecelakaan lalu lintas yang viral, tapi gara-gara foto ini beredar, istri polisi cemburu lalu memukul polisi malang tersebut. Peristiwa ini dilaporkan terjadi di Thailand. 

TRIBUNSOLO.COM - Sejumlah peristiwa mancanegara menjadi viral di media sosial.

Berikut TribunSolo.com rangkum 5 peristiwa viral di mancanegara :

1. Polisi Digampar Istri Cemburu

Polisi yang menolong korban kecelakaan ini digampar istrinya karena cemburu melihat foto ini
Polisi yang menolong korban kecelakaan ini digampar istrinya karena cemburu melihat foto ini (the reporter)

Seorang anggota polisi mendadak viral di media sosial dan juga grup aplikasi whatsapp usai fotonya tersebar.

Foto yang tersebar tersebut memperlihatkan seorang anggota polisi sedang menggendong seorang perempuan.

Perempuan tersebut merupakan korban kecelakaan yang sedang ditolong oleh seorang anggota polisi.

Foto itu pun tersebar di beberapa grup Whatsapp dan viral.

Namun pada saat viral, masih banyak sebagian besar orang menganggap foto ini adalah hoax.

Kabarnya polisi yang sedang menolong itu justru mendapatkan luka usai terjatuh saat menolong dan juga dipukul oleh sang istri yang merasa cemburu.

Dilansir oleh media Thailand, The Reporter, dalam insiden kecelakaan itu, mobil yang dikendarai korban yang adalah seorang perempuan itu jatuh ke dalam parit.

Peristiwa kecelakaan ini terjadi di Thailand.

Warga yang sedang berada di lokasi pun segera menghubungi polisi sekaligus membantu mengevakuasinya.

Tak lama pun polisi datang ke lokasi kejadian dan segera membantu menolong korban.

Dalam foto yang terabadikan dan tersebar di media sosial itu, tampak seorang polisi menggendong sang perempuan yang menjadi korban kecelakaan itu.

Warganet yang melihat foto yang beredar itu tentu saja memuji tindakan cepat yang dilakukan polisi dan bala bantuan yang membantu korban.

Namun tampaknya pujian itu berubah menjadi sebuah petaka dari sang istri polisi ketika melihat foto tersebut.

Sang istri pun cemburu saat melihat foto suaminya sedang membantu perempuan korban kecelakaan itu dengan menggendongnya.

Sang istri pun memukul sang suami karena cemburu usai menggendong korban kecelakaan itu.

Alhasil, polisi tersebut mendapatkan luka di kepala dan harus dikirim ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan serius.

Tindakan sang istri tentu saja menuai kritik dan komentar netizen yang menyayangkan sikap istri polisi tersebut.

Namun demikian, hingga berita ini ditulis, masih belum ada keterangan lebih lanjut bagaimana kondisi terkini polisi tersebut.

2. Wali Kota Diarak karena Tak Penuhi Janji Kampanye

Di Meksiko, seorang walikota gagal untuk menepati janji yang pernah ia sebarkan pada masyarakat.

Geram, warga tak lantas tinggal diam. Mereka melakukan suatu hal untuk mempermalukan walikota itu.

Melansir Fox News, Sabtu (3/8/2019), penduduk sebuah kota di Meksiko merasa muak dengan walikota mereka yang gagal menepati janji kampanye.

Akhirnya sebagai bentuk ekspresi kekecewaan, mereka memaksanya mengenakan gaun wanita dan mengaraknya keliling kota, berhari-hari.

Awal pekan ini, Walikota Javier Jimenez, dari provinsi Huixtán, berjalan dengan rok panjang hitam dan blus putih berenda dengan ruffles dan sulaman bunga, di depan penduduk San Andrés Puerto Rico yang marah.

Sementara Luis Ton, pejabat lainnya juga dianggap kurang kompeten, mengenakan gaun pink cerah dengan pola polkadot putih.

Salah satu keluhan utama adalah bahwa Jimenez belum memenuhi janjinya untuk mengalokasikan 3 juta peso (sekitar Rp 2 miliar) untuk perbaikan sistem air kota, lapor surat kabar El Diario de Mexico.

Sementara para pejabat berjalan mengenakan pakaian wanita, penduduk memegang poster tulisan tangan yang menggambarkan apa yang mereka lihat sebagai kegagalan politisi.

Dalam sebuah wawancara dengan seorang reporter yang direkam dalam video, walikota, yang tampak tidak nyaman, mengatakan bahwa ia telah berusaha memenuhi janjinya.

Dia mengatakan tidak ada lagi uang dalam dana karena telah diberikan ke berbagai kota.

Ketika dia berbicara, beberapa warga memegang poster yang mengecam kegagalan pemerintah, dan yang lain dapat terdengar berteriak kepadanya untuk tidak terus berbohong.

Jimenez dan Ton juga dipaksa untuk mengumpulkan dana dari para pengendara yang lewat untuk mendapatkan uang guna memperbaiki sistem air.

Kedua politisi telah "ditahan" oleh warga selama setidaknya empat hari, menurut Cultura Colectiva.

Warga menuntut penyelidikan apakah Jimenez mencuri 3 juta peso yang katanya telah pergi ke berbagai komunitas.

Dalam wawancara dengan reporter lokal, Jimenez mengatakan dia tidak bersalah, tetapi dia tidak akan menolak penyelidikan.

Ternyata aksi 'mendandani' paksa pejabat yang mengecewakan masyarakat ini adalah cara tradisional di beberapa kota di negara bagian Chiapas.

Pada Mei, penduduk beberapa komunitas dari kotamadya Siltepec di Chiapas menyeret walikota, Pedro Damian Gonzalez Arriaga, keluar dari kantornya dan mengikatnya ke sebuah pos di alun-alun utama, menurut Mexico News Daily.

Warga mengatakan kepada wartawan bahwa mereka memiliki janji kampanye yang tidak terpenuhi untuk meningkatkan infrastruktur publik.

Mereka berkata bahwa mereka tergoda untuk mencukur kepalanya layaknya domba dan memamerkannya di jalan jika dia tidak melakukan pekerjaannya.

Sementara banyak yang menyetujui langkah itu, yang lain mengatakan warga harus memilih cara yang lebih dewasa untuk mengekspresikan ketidaksenangan mereka dengan para pejabat.

3. Bocah Nyaris Maut di Lift

Kecelakaan di sebuah lift juga menimpa seorang anak kecil di Turki.

Dilansir Mirror Kamis (1/8/2019), seorang bocah laki-laki berumur 5 tahun hampir tergantung ketika lift sedang bergerak naik.

Peristiwa ini terjadi di Basaksehir, Istanbul, Turki, pada Rabu (30/7/2019) pagi.

Diberitakan melalui kantor berita lokal, Habr Turk, diduga anak tersebut sedang bermain lalu memasuki lift.

Dalam video yang berhasil terekam CCTV itu, nampak ada tiga anak sedang memasuki sebuah lift.

Awalnya dua anak perempuan memasuki lift lebih dahulu, kemudian disusul oleh anak laki-laki masuk ke dalam lift sebelum pintu tertutup.

Ternyata ketiga bocah itu merupakan saudara.

Pada saat bocah laki-laki memasuki lift, terlihat ia mengalungkan tali panjang di lehernya.

Ketika memasuki lift, tali yang panjang tadi rupanya tak masuk seluruhnya ke dalam lift.

Masih ada sisa tali yang berada diluar dan pada saat itu pintu lift pun tertutup.

Nahasnya, tak ada yang menyadari jika tali panjang tersebut terjepit lift.

Kakak perempuannya lantas menekan tombol lantai tujuan saat pintu lift sudah tertutup.

Tiba-tiba lift pun bergerak dan tubuh bocah laki-laki tadi terangkat ke udara.

Sang kakak pun panik melihat adiknya terangkat ke atas dalam keadaan tali terikat di leher.

Badan bocah laki-laki itu pun seketika menjadi kaku dan ia terlihat kesulitan bernapas.

Sementara itu kakaknya pun langsung menekan tombol darurat dan memegangi tubuh bocah itu.

Beruntung karena aksi cepat sang kakak, leher adik laki-lakinya bisa dibebaskan dari tali dan ia selamat.

Menurut media setempat, dikabarkan bocah laki-laki itu dikatakan dalam kondisi baik-baik saja seusai insiden itu.

Hal ini bisa dijadikan pelajaran untuk memperhatikan hal-hal kecil saat menggunakan lift.

Pastikan memeriksa keadaan dan keamanan pada saat menaiki lift.

Supaya tak ada sesuatu yang terjepit, karena hal seperti itu bisa membahayakan bagi anak kecil maupun orang dewasa.

4. Suporter Bola Salat Berjamaah, Hoax 

Sebuah video shalat berjamaah di sebuah stadion sepakbola belakangan ini menghebohkan warga Twitter.

Video tersebut mempertontonkan ribuan orang sedang berada di tengah apangan sepakbola dan menunaikan ibadah shalat.

viral suporter sholat berjamaah
viral suporter sholat berjamaah (Instagram)

Nampak di deretan kursi tribun tulisan "Kazan", yang menandakan peristiwa ini dilaksanakan di stadion Kazan, Russia.

Pengunggah awal video ini adalah akun Instagram @beritaummatislam dengan caption "Di Kazan, Rusia, pemain sepak bola dan supporternya sholat secara berjemaah. Masyaa Allah... luar biasa... hobby dilakukan namun tidak meninggalkan ibadah wajib."

Video tersebut pun viral dan banyak mendapat tanggapan positif dari netizen.

Bahkan hingga berita ini ditulis, video tersebut telah dilihat sebanyak 176.732 pengguna Instagaram.

Namun setelah video itu viral di Instagram, akun Twitter @RBTHIndonesia memberikan klarifikasi soal video itu.

"Selamat siang! Kami baru-baru ini mendapat beberapa permintaan konfirmasi soal video yang dipublikasikan akun "beritaummatislam" di Instagram," tulis akun Twitter @RBTHIndonesia.

Setelah ditelaah ulang oleh akun Twitter @RBTHIndonesia, memang peristiwa shalat berjamaah itu terjadi di Kazan, Tussia.

Namun hal itu merupakan suatu yang biasa, mengingat Kazan, ibukota Republik Tatarstan yang berada di Russia ini mayoritas penduduknya adalah umat muslim.

Menurut akun Twitter @RBTHIndonesia, informasi yang kurang tepat dalam postingan akun Instagram @beritaummatislam ini adalah mengatakan bahwa yang melaksanakan shalat dalam video adalah supporter bola.

Informasi ini dianggap oleh Twitter @RBTHIndonesia menyesatkan.

Menurutnya, bukan berarti karena orang-orang itu shalat di stadion brarti adalah supporter sepak bola, itu merupakan narasi yang salah.

Akun Twitter @RBTHIndonesia pun memberikan link kantor berita Russia yang memberitakan apa yang sebenarnya terjadi.

Kantor berita Realnoevremya.com memberitakan, peristiwa yang sesungguhnya terjadi dalam video tersebut adalah kegiatan buka puasa bersama di Kazan.

Kegiatan itu dilakasanakan pada Juni 2016 silam.

Orang-orang dalam stadion Kazan tersebut sedang melakukan Ibadah Shalat Maghrib setelah berbuka puasa.

5. Masuk Rumah Sakit Setelah dari Salon

Sebuah peristiwa menimpa seorang pria bernama Dave Tyler.

Dia tak tahu sedang mempertaruhkan nyawanya gara-gara potong rambut di sebuah salon.

Benarkah keramas di salon bisa buat stroke?
Benarkah keramas di salon bisa buat stroke? (Intisari)

Dilansir dari The Epoch Times, Jumat (3/8/2019), ketika Tyler ditangani oleh karyawan salon, dirinya harus meletakkan kepala ke belakang untuk diberi sampo dan dicuci.

Lehernya sepenuhnya terulur ke belakang selama beberapa menit dan ditekan ke atas wastafel porselen.

Di akhir setelah mengunjungi salon, Tyler pun tidak merasa ada berbeda kecuali penampilan baru dari potongan rambutnya.

Namun dua hari kemudian di tengah-tengah pertemuan bisnis, Tyler tiba-tiba pingsan.

"Saya merasakan seluruh sisi tubuh saya mati rasa dan sambil menunggu ambulan, mata saya mulai berputar-putar membuat saya mual."

Lebih buruk lagi, ketika dia mencoba minum air untuk menenangkan dirinya, dia bahkan tidak bisa menelannya dan muntah.

"Karena tidak bisa menelam, saya menelan kembali muntahan saya ke paru-paru dan akibatnya saya menderita pneumonia."

Tyler dilarikan ke rumah sakit, di mana dokter menyadari bahwa dirinya menderita stroke.

Begitu dia sudah stabil, seorang ahli saraf bertanya: "apakah Anda baru saja potong rambut?"

Dokter memberi tahu bahwa Tyler mengalalami penggumpalan darah awal saat di salon.

Gumpalan itu pecah dua hari kemudian dengan mengirimkan banyak gumpalan kecil ke otaknya.

Itu akan menghalangi suplai darah dan menyebabkan stroke, yang dikenal sebagai sindrom medula lateral.

Tapi bagaimana bisa bersandar di wastafel salon bisa sebabkan gumpalan darah mematikan?

Para ahli medis percaya bahwa ketika seseorang bersandar ke wastafel, mereka bisa terkena hiperekstensi pada arteri utama yang membentang dari tulang belakang hingga otak.

Arteri dapat tersumbat atau bahkan terkoyak karena ini dan membuat pembekuan darah yang memotong suplai darah ke otak.

"Sekarang saya tidak akan pernah bisa mengemudi karena penglihatan saya sudah goyah secara permanen."

Setelah menghabiskan waktu yang cukup lama di kursi roda, Tyler sekarang juga harus menggunakan tongkat agarnya jalannya stabil.

Apa yang bisa Anda lakukan agar aman saat ke salon?

1. Mintalah penata rambut Anda untuk meletakkan sesuatu di bawah leher.

Pastikan bantalan itu membuat nyaman untuk memastikan arteri Anda tidak terlalu berat tertekan.

2. Anda juga dapat meminta untuk tidak mengikuti sudut 90 derajat.

Lebih baik miringkan kepala Anda pada sudut diagonal sehingga leher tidak terlalu terentang.

3. Anda bahkan dapat meminta untuk dikeramas dengan posisi kepala menunduk ke depan.

Meskipun hal ini dapat menyebabkan air masuk ke wajah Anda, itu jauh lebih baik daripada mengambil risiko terkena stroke. (*)

Sumber: GridHot.id
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved