Marak Fintech Ilegal yang Merugikan, OJK Tunggu Pemerintah dan DPR Godok Undang-Undang Fintech

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku tidak bisa berbuat banyak terhadap maraknya kasus perusahaan finansial teknologi (Fintech) ilegal.

Marak Fintech Ilegal yang Merugikan, OJK Tunggu Pemerintah dan DPR Godok Undang-Undang Fintech
Kontan/Muradi
ILUSTRASI : Seorang wanita asal Solo viral gara-gara iklan palsu yang menjanjikan rela digilir demi lunasi utang di Fintech. 

TRIBUNSOLO.COM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku tidak bisa berbuat banyak terhadap maraknya kasus perusahaan finansial teknologi (Fintech) ilegal.

Pasalnya, selain belum memiliki dasar hukum yang jelas, keberadaan fintech ilegal atau belum terdaftar dianggap di luar kewenangannya.

"Kita tidak bisa menindak keberadaan fintech ilegal. Karena memang belum ada Undang-Undang yang mengatur mengenai fintech," kata Deputi Direktur Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK, Rati Connie Foda kepada wartawan, Sabtu (3/8/2019).

Pengacara Buka Ancaman dari Fintech Lending kepada Yi: Mulai Pelecehan sampai Diminta Jual Ginjal

Menurutnya, sebagai otoritas yang melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap lembaga keuangan, OJK memperhatikan aspek kehati-hatian dalam bertindak.

Pihaknya mengaku tidak ingin salah langkah atau melebihi batas kewenangan yang diberikan.

Namun demikian, solusi yang ditawarkan, masyarakat bisa melaporkan kepada Satgas Waspada Investasi (SWI) jika merasa mengetahui atau menjadi korban dari fintech ilegal.

Terkait Undang-Undang fintech, lanjut dia, saat ini tengah digodok pemerintah dan DPR.

Dengan hadirnya regulasi itu, diharapkan bisa memberikan solusi terhadap banyaknya kasus fintech ilegal yang terjadi saat ini.

"Kalau fintech yang sudah terdaftar di OJK, secara aturan sudah cukup ketat. Sehingga ketika ada aduan masyarakat bisa langsung kita tindaklanjuti, "terangnya.

Warga Solo Korban Utang Fintech Mendapat Teror Telepon dari 30 Nomer Berbeda: Ada Nomor Luar Negeri

Hingga saat ini total perusahaan fintech yang terdaftar di OJK ada sebanyak 113.

Dengan rincian 107 diantaranya fintech konvensional dan 6 sisanya fintech syariah.

Potensi perkembangan fintech di Indonesia saat ini juga dianggap cukup besar.

Pasalnya dari data yang tercatat, hingga saat ini sudah ada Rp 44,8 Triliun pinjaman yang tersalurkan. (*)

Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved