Tak Dapat Keistimewaan, Kakak Ipar Jokowi di Solo Ikut Kena Kebijakan Rotasi Guru

Tak Dapat Keistimewaan, Kakak Ipar Jokowi di Solo Ikut Kena Kebijakan Rotasi Guru

Tak Dapat Keistimewaan, Kakak Ipar Jokowi di Solo Ikut Kena Kebijakan Rotasi Guru
TribunSolo.com/Ryantono
kakak Iriana Jokowi, Hariyanto. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Menjadi keluarga orang nomor satu di negara ini, ternyata tak membuat Hariyanto mendapat keistimewaan di lingkup pekerjaannya sebagai abdi pemerintah.

Ya, kakak kandung Iriana Jokowi yang bekerja sebagai guru SMP negeri di Solo itu, ternyata juga harus mengalami rotasi guru, sebagaimana kebijakan Kementerian Pendidikan dan kebudayaan.

Jokowi Bocorkan Ciri-ciri Calon Menterinya yang Usianya di Bawah 30 Tahun

Kakak Iriana Jokowi, Hariyanto mengakui dirinya juga terkena rotasi guru di Solo sejak 2017 lalu.

Hariyanto yang akrab disapa Pakde Anto ini juga mendukung apa yang dikatakan oleh Mendikbud Muhadjir Effendy bahwa rotasi tidak pandang bulu.

"Ya saya juga terkena rotasi sejak tahun 2017 lalu tapi tidak apa-apa semua untuk pemerataan," papar Hariyanto dihubungi TribunSolo.com, Kamis (15/8/2019).

Usai Putusan MK, Keluarga Jokowi: Tidak Ada Syukuran, Alhamdulillah Jokowi Masih Dipercaya Rakyat

Haryanto mengatakan, dia dirotasi dari SMPN 19 Solo ke SMPN 10 Solo.

Menurut Hariyanto rotasi guru ini bagus untuk pemerataan pendidikan di Kota Solo dan guru juga mendapatkan pengalaman baru di tempat yang baru.

"Saya pikir rotasi guru ini positif dan Solo sudah lama melakukannya, jadi kita dukung," papar Haryanto.

Dikutip dari Tribunnews,com, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy‎ mengatakan pemerintah sudah mulai melakukan rotasi guru sesuai dengan zonasi.

Tidak luput, kakak dari ibu negara Iriana juga terkena rotasi dari Sekolah Menengah Pertama‎ (SMP) tempatnya mengajar di Solo, Jawa Tengah.

"Di Solo sudah rotasi. Bahkan kakak ibu negara juga kena rotasi. Selain di Solo, Malang dan Surabaya sudah rotasi juga," ucapnya, ‎Rabu (14/8/2019) di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta.

"Di zonasi tidak tebang pilih. Pokoknya kebijakan ini tidak ada hak-hak istimewa. Siapa pun harus mengikuti aturan. PPDB juga gitu, ponakan saya enggak lolos ya silahkan saja. ‎Memang ini zonasi dan dia tidak di luar zona. Tidak diterima di negeri ya pindah ke swasta," tegasnya lagi. (*)

Penulis: Ryantono Puji Santoso
Editor: Aji Bramastra
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved