Polemik Holyland Gondangrejo Karanganyar

Timotius Suryadi Diam-diam Mundur dari Sekda Karanganyar, Terkait dengan Polemik Proyek Holyland?

Disebut Bahlil Salah Baca Data Harga LPG 3 Kg, Purbaya: Mungkin Cara Melihat Datanya Beda

Tayang:
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
MUNDUR DARI SEKDA - Sekda Karanganyar Timotius Suryadi saat ditemui wartawan di Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (10/2/2025). Timotius Suryadi, memilih mundur sebagai Sekretaris Daerah (Sekda). Namun, alasan pengunduran dirinya masih misterius, karena Timotius enggan berkomentar lebih jauh. 

TRIBUNSOLO.COM - Sebuah fakta terungkap dari audiensi Forum Umat Islam Gondangrejo Bersatu (FUIGB) terkait penolakan proyek Holyland di Kantor Bupati Karanganyar, Jumat (3/10/2025).

Kini terungkap jika Timotius Suryadi telah mengundurkan diri dari jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar.

Baca juga: Sejumlah Alasan Ormas Islam Tolak Proyek Holyland Karanganyar, Tak Pernah Disosialisasikan ke Warga

Terkait dengan pengunduran tersebut Timotius enggan banyak berkomentar saat Tribun Solo mencoba mengkonfirmasi.

Ia hanya menegaskan tetap mendukung pemerintahan Rober–Adhe.

"Ya, (mengundurkan diri dari Sekda dan memilih menjadi Staf Ahli Bupati), nggak ada komentar," kata Timotius, Jumat (3/10/2025).

"Tetap support pemerintahan beliau dengan saran dan masukan konstruktif sesuai pengalaman panjang saya di birokrasi pemerintahan," ungkapnya.

Mundurnya Timotius ini terungkap saat dirinya tak hadir dalam audiensi Forum Umat Islam Gondangrejo Bersatu (FUIGB) di Kantor Bupati Karanganyar, Jumat (3/10/2025).

Meski demikian belum bisa dipastikan terkait dengan alasan pasti mudurnya Timotius Suryadi mundur dari Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar.

Namun dari informasi yang dihimpun TribunSolo, izin Hollyland dikeluarkan pada tahun 2024.

Dimana jika ditarik ke belakang, pada saat momen tersebut Kabupaten Karanganyar berada dalam masa transisi kepemimpinan, di bawah kendali Penjabat (PJ) Bupati Timotius Suryadi.

Proses Audiensi

Pada momen audiensi tersebut ratusan warga yang tergabung dalam Forum Umat Islam Gondangrejo Bersatu (FUIGB) mendatangi Kantor Bupati Karanganyar.

Mereka menuntut penghentian pembangunan wisata rohani Holyland, gereja, dan Sekolah Tinggi Teologi (STT) di Desa Karangturi, Kecamatan Gondangrejo.

Massa mulai berkumpul sejak pukul 10.00 WIB, membawa poster dan spanduk berisi penolakan terhadap proyek yang digagas Yayasan Keluarga Anugerah.

Mereka kemudian masuk ke ruang Podang untuk melakukan audiensi dengan jajaran Forkompinda, termasuk Bupati Karanganyar Rober Christanto, Wakil Bupati Adhe Eliana, serta perwakilan dari Polres, Kodim 0727, dan FKUB Karanganyar.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved