Selain El Nino, 4 Faktor Ini Jadi Penyabab Kekeringan Panjang di Indonesia pada 2019

BMKG memprediksikan bahwa musim kemarau tahun ini akan lebih lama dari biasanya karena musim hujan datang terlambat.

Selain El Nino, 4 Faktor Ini Jadi Penyabab Kekeringan Panjang di Indonesia pada 2019
IST
Ilustrasi musim kemarau dan pada Juni 2019 mendatang musim kemarau akan terjadi di Sumatera Selatan dan puncaknya pada Agustus 2019. 

TRIBUNSOLO.COM - BMKG memprediksikan bahwa musim kemarau tahun ini akan lebih lama dari biasanya karena musim hujan datang terlambat.

Hal ini membuat masyarakat bertanya-tanya, apa penyebabnya?

Kompas.com menghubungi Adi Ripaldi, Kasubid Analisis Informasi Iklim BMKG, untuk mendapatkan penjelasannya.

Adi mengatakan bahwa meskipun El-nino sudah melemah dan sudah pada kondisi netral, namun beberapa faktor lainnya juga mempengaruhi iklim di wilayah Indonesia.

Berikut adalah El Nino dan empat faktor pengendali iklim di Indonesia lainnya yang menyebabkan kekeringan panjang pada musim kemarau tahun ini.

1. ENSO (El-Nino dan La Nina)

ENSO (El Nino-Southern Oscillation) adalah variasi lebih panas atau dingin dari suhu permukaan laut di wilayah equator tengah dan timur Samudera Pasifik yang reguler atau berkala.

ENSO ini berpengaruh terhadap variasi iklim di sebagian besar wilayah tropis dan subtropis Bumi.

Ahli Sebut Sudah Ada Sinyal Tsunami di Selatan Banten, BMKG Himbau Masyarakat Siaga dan Waspada

Periode panasnya disebut sebagai El Nino, sementara periode dinginnya disebut La Nina. 

BMKG melaporkan bahwa pada Agustus 2019, anomali suhu muka laut di wilayah Samudera Pasifik bagian tengah berada pada kisaran -0,5 hingga 0,5 derajat celcius.

Halaman
1234
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved