Berita Solo Terbaru

Majelis Agama Khonghucu Indonesia Solo Selenggarakan Upacara King Hoo Ping

Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Solo selenggarakan Upacara King Hoo Ping.

Tayang:
Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Fachri Sakti Nugroho
TribunSolo.com/Adi Surya
Penanggung jawab upacara King Hoo Ping, Adjie Chandra (kiri) membakar replika kapal di depan Lithang Gerbang Kebajikan MAKIN, Jalan Drs Yap Tjwan Bing, Jagalan, Solo pada Minggu (25/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com - Adi Surya

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Solo selenggarakan Upacara King Hoo Ping di Lithang Gerbang Kebajikan MAKIN, Jalan Drs Yap Tjwan Bing, Jagalan, Solo pada Minggu (25/8/2019).

Upacara ini diselenggarakan bertepatan dengan tanggal 25 Jit Gwe 2570.

Upacara King Hoo Ping merupakan upacara sembayang untuk mengenang dan menghormati pengalaman maupun jasa-jasa para arwah, baik yang berasal dari keluarga maupun umum.

Jadi Guru Besar Tidak Tetap FEB UNS Solo, Wimboh Santoso mengaku Sudah Lama Ingin Jadi Pengajar

Upacara ini dilakukan secara bersama-sama oleh orang-orang Khonghucu dan masyarakat Tionghoa di tempat ibadah.

Penanggung jawab Upacara King Hoo Ping, Adjie Chandra menjelaskan Upacara King Hoo Ping sejalan dengan ajaran Khonghucu yang menghendaki manusia yang masih hidup memperlakukan mereka yang telah meninggal seakan orang yang hidup.

"Kata seakan bukan berarti sama, upacara ini sebenarnya hanya bertujuan untuk mengenang dan menghormati pengalaman dan jasa-jasa yang pernah dilakukan oleh mereka yang telah meninggal," jelas Adji Chandra.

Lebih lanjut, Adji Chandra mengatakan upacara King Hoo Ping bukan bermaksud mendewa-dewakan mereka yang telah meninggal.

Kuliner Karanganyar: Dawet Lawu Tawangmanu, Terbuat dari Ubi Ungu Segar, Harga Ramah di Kantong

Menurutnya, upacara ini hanya sebagai pengingat bagi manusia yang masih hidup untuk tidak lupa akan asal-usulnya, serta tidak lupa akan budi, jasa, dan kasih yang telah diberikan para leluhur.

"Yang jelas, ini hanya sebuah simbol saja," imbuh Adji Chandra.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved