Cerita Pegawai Minimarket di Sumut yang Trauma Usai Dirampok, Ditodong Pisau & Dilucuti Pakaiannya

Misna (20) salah seorang korban warga asal Bandar Setia ini, menceritakan awalnya kedua pelaku berpura-pura untuk melihat-lihat barang.

(TRIBUN MEDAN/Fadli Tara)
Korban penyekapan. 

"Harusnya ada laki-laki yang berjaga.

Tapi waktu itu dia lagi sakit biduran sehingga izin tidak masuk kerja," jawab Rabiatul menimpali.

Sementara itu, Rabiatul menuturkan mereka berdua (pelaku) berbagi tugas.

Satu menodongkan pisau ke arah kami dan satu lagi mengambil uang dari kasir.

"Mungkin mereka menyuruh kami buka baju agar kami malu dan tidak berani keluar," sebut Rabiatul.

Setelah berhasil menggondol uang sejumlah Rp 20 juta dari kasir, pelaku lalu menarik kedua korban ke arah belakang minimarket dan dikunci dalam sebuah ruangan.

Kedua pelaku kemudian pergi meninggalkan minimarket.

Tak lama setelahnya, sekitar 10 menit kemudian ada pembeli yang datang dan curiga melihat kondisi minimarket yang kosong melompong.

Customer itu lalu masuk dan mendengar ada teriakan dari arah belakang.

Ia lalu memanggil tetangga sekitar dan bersama-sama berusaha menolong korban yang dalam kondisi terkunci.

Pascakejadian itu, Rabiatul warga asal Tanjungmorawa ini mengaku trauma.

Apalagi saat kejadian itu dirinya baru tiga bulan melahirkan.

Grace, Anggota DPRD Provinsi Bali dari PSI Kembalikan Pin Emas

Sehingga membuat dirinya alami trauma yang cukup parah.

"Karena trauma saya akhirnya mengundurkan diri.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved