Cerita Pegawai Minimarket di Sumut yang Trauma Usai Dirampok, Ditodong Pisau & Dilucuti Pakaiannya

Misna (20) salah seorang korban warga asal Bandar Setia ini, menceritakan awalnya kedua pelaku berpura-pura untuk melihat-lihat barang.

(TRIBUN MEDAN/Fadli Tara)
Korban penyekapan. 

Karena habis kejadian itu, kalau ada datang customer pakai helm saya langsung terkejut dan ketakutan kadang masuk ke bawah kasir.

Sehingga membuat saya tidak nyaman saat bekerja," beber Rabiatul.

Kini dua pelaku perampokan yang terjadi pada empat bulan silam telah diamankan.

Satu pelaku terpaksa diberikan tindakan tegas terukur hingga akhirnya meninggal dunia.

Sedangkan satu tersangka lain diberi hadiah timah panah dikaki dan satu penadah barang curian juga diamankan.

Kronologis Kejadian

Pengungkapan kasus ini dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto didampingi Kasatreskrim AKBP Putu Yudha Prawira di RS Bhayangkara Medan, Senin (2/9/2019).

Dalam pengungkapan kasus tersebut tiga orang berhasil diamankan petugas Satreskrim Polrestabes Medan.

Ketiganya yakni Dody, Riki, dan Robert. Dalam aksi tersebut pelaku utama yakni Riki dan Dody.

Sedangkan Robert berperan sebagai memfasilitasi kedua pelaku saat merencanakan perampokan.

Dari ketiga pelaku polisi tindak tegas Riki dan Dody. Riki ditembak mati oleh petugas karena melakukan perlawanan.

Sementara Dody diberi tindakan tegas di kedua kakinya oleh petugas Satreskrim Polrestabes Medan.

Kapolrestabes Medan, Kombes Dadang Hartanto mengatakan, pada hari ini melaksanakan press release dengan kasus 365 atau perampokan minimarket yang terjadi di daerah Percutseituan.

Kejadian ini terjadi pada 28 April 2019 pukul 09.45 WIB.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved