Usai cabuli 5 Siswinya, Guru Olahraga Asal Batam Ini Melarikan Diri ke Karimun
Pelaku dalam aksinya menggunakan modus hipnoterapi yang digunakan kepada para siswinya agar mereka lebih fokus dalam menerima pelajaran
TRIBUNSOLO.COM – Setelah ketahuan mencabuli 5 siswinya, guru olahraga SD di Batam yakni Suhariono alias Moel Kharisma melarikan diri ke pulau Karimun.
Namun, saat ditanyai enyidik PPA Satreskrim Polresta Barelang dirinya mengaku hanya ingin menenangkan diri.
• Usai Di PHK, Pria Ini Terpaksa Tinggal Selama 14 Tahun di dalam Ruang Sekolah Bersama Keluarganya
• Pengunjung Mengaku Gemas Melihat Tingkah Lucu Sedah Mirah Saat Diajak ke Solo Paragon Mall
"Pengakuan Suhariono, dirinya tidak kabur melainkan hanya ingin menenangkan diri," kata Kapolresta Barelang AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo ditemui di sela seetijab Dandim 0316 Batam, Sabtu (7/9/2019).
Prasetyo mengatakan, pihaknya tidak akan memedulikan alasan apa pun yang disampaikan pelaku ketika pergi ke Karimun.
Namun menurutnya, pelaku pergi ke Karimun jelas adalah upaya untuk melarikan diri.
Sampai saat ini, Suhariono bersikap kooperatif saat diperiksa dan tidak berbelit-belit dalam memberikan keterangan namun Suhariono belum mengaku di Karimun dirinya di tempat siapa.
Prasetyo mengatakan, polisi mengetahui Suhariono berada di Karimun berdasarkan informasi dari salah satu guru yang berpura-pura menghubungi tersangka via telepon seluler.
Hingga akhirnya pelaku diamankan tanpa perlawanan di tempat persembunyiannya di Karimun.
Pelaku dalam aksinya menggunakan modus hipnoterapi yang digunakan kepada para siswinya agar mereka lebih fokus dalam menerima pelajaran yang disampaikan guru.
Dirinya perbuatan asusila pelaku dimulai dengan membuka baju korban, kemudian memegang payudara dan menggesek kemaluan para korban.
Meski tidak ada upaya persetubuhan, namun ketiga orangtua siswi ini mengaku akan membawa anak mereka ke rumah sakit untuk divisum sehingga mendapatkan keterangan lebih detail dan pasti.
Saat ini baru ada 5 korban yang melapor, berdasarkan dari laporan Komisioner Pengawasan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri.
Satu korban di antaranya memilih pindah sekolah.(*)
Artikel ini telah dipublikasikan Kompas.com dengan judul: Usai Cabuli 5 Siswinya, Oknum Guru Ini Mengaku ke Karimun untuk Tenangkan Diri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ilustrasi-pemerkosaan_20160507_152027.jpg)