Berita Sukoharjo Terbaru

Kades Paluhombo Sukoharjo Diperas Rp 25 Juta Oleh Wartawan Gadungan dan Oknum LSM

Kades di Desa Paluhombo, Bendosari, Sukoharjo menjadi hampir menjadi korban pemerasan dua orang yang mengaku sebagai wartawan dan LSM.

Kades Paluhombo Sukoharjo Diperas Rp 25 Juta Oleh Wartawan Gadungan dan Oknum LSM
TribunSolo.com/Agil Tri
Kades Paluhombo, Juwanti saat wawancara dengan wartawan di Gedung DPRD Sukoharjo, Senin (9/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Seorang Kepala Desa (Kades) di Desa Paluhombo, Bendosari, Sukoharjo menjadi hampir menjadi korban pemerasan dua orang yang mengaku sebagai wartawan dan LSM.

Kejadian itu dialami Kades Paluhombo Juwanti (51), pada pertengahan Agustus 2019 lalu.

Kepada TribunSolo.com, Juwanti mengatakan, jika dua orang yang mengaku sebagai (oknum) Wartawan dan (oknum) LSM itu mempertanyakan ijazah persamaannya, yang dianggap palsu.

"(Oknum) wartawan dan LSM datang menemui saya pada sekitar 20 Agustus kemarin, menuduh ijasah persamaan yang saya miliki didapat dengan cara ilegal," katanya Senin (9/9/2019).

Juanti mengutarakan jika wartawan gadungan itu sempat melaporkan ijazahnya ke Dinas Pendidikan.

Dan juga mendatangi Kades lama bernama Mulyadi, yang masih bersaudara dengan Juwanti.

Cek Apakah Ada Kamera di Kamar Hotel Tempatmu Menginap, Begini Caranya

"Di Dinas Pendidikan kan sudah ada ijazah saya, lalu dia juga mendatangi pak mantan (Mulyadi)," imbuhnya

Melalui Mulyadi ini, dua orang itu memeras Juwanti agar membayarkan sejumlah uang, agar masalah ijazahnya tidak dibesar-besarkan.

Ternyata Ini Makna dari nama Putri Franda yakni Zylvechia yang Tak Boleh Ditiru Orang Lain

Sebelum Meninggal, Fatir Bocah 6 Tahun Korban Bullying Mengalami Kejang, Muntah dan Rahang Bengkak

Menurut Juwanti, dua orang tersebut meminta uang sebesar Rp 25 juta.

"Memerasnya tidak langsung kepada saya, tapi melalui pak Mantan (Kades)."

"Saya bilang jika tidak mau, karena saya sudah sesuai prosedur," imbuhnya.

Juwanti mengaku, oknum wartawan itu sempat menelpon Juwanti yang membuatnya kesal.

"Kalau ketemu saya baru satu kali, tapi besoknya lagi sempat telpon saya, dan nadanya memancing emosi saya," terangnya.

Namun saat ini, kedua oknum tersebut sudah tidak lagi menghubunginya lagi, dan Juwanti menganggap masalah ini telah selesai. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved