Terkait Kebakaran Hutan Gunung Merbabu, Pengamat UNS Solo Sarankan Penanaman Kembali Lahan Terdampak

Penanaman kembali dilakukan untuk mengurangi risiko erosi di lahan terdampak.

Terkait Kebakaran Hutan Gunung Merbabu, Pengamat UNS Solo Sarankan Penanaman Kembali Lahan Terdampak
Instagram/tngunungmerbabu_official
Kebakaran di Gunung Merbabu, Kamis (12/9/2019). Kobaran api dari sore hingga malam ini masih besar. Api sudah merembet hingga puncak dan diperkirakan sudah menyeberang ke wilayah Kab Boyolali dan Kab Semarang. 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Adi Surya

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pengamat kehutanan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo menyarankan pemerintah lakukan penanaman kembali lahan terdampak kebakaran hutan di lereng Gunung Merbabu, Jawa Tengah.

Penanaman kembali dilakukan untuk mengurangi risiko erosi di lahan terdampak.  

Kepala Unit Pelaksana Tugas Pusat Pendidikan dan Pelatihan (UPT Pusdiklat) Perhutanan UNS Solo, Dwi Priyo Apriyanto mengatakan,  penanaman kembali lahan terdampak kebakaran merupakan kewajiban. 

"Penanaman kembali lebih kepada upaya pencegahan risiko erosi lebih besar di lahan terdampak kebakaran," kata pria yang akrab disapa Apri itu kepada TribunSolo.com, Sabtu (14/9/2019). 

Jenis tanaman yang digunakan perlu memperhatikan kesesuaian lahan dan peruntukannya bagi masyarakat.  

"Tanaman yang musiman, seperti kacang tidak direkomendasikan karena dapat memperbesar risiko erosi tanah," ucap Apri. 

"Saya merekomendasikan tanaman tahunan, seperti pohon pinus," imbuhnya. 

Hal senada juga disampaikan Peneliti Pusat Penelitian Lingkungan Hidup UNS Solo, Pranoto.

Pranoto mengatakan, pohon pinus bisa mengurangi potensi erosi tanah melalui akar-akarnya. 

"Tidak hanya itu, pohon pinus menghasilkan uap air yang tinggi dan itu bisa meningkatkan potensi pembentukan awan hujan," tutur Pranoto. 

"Hujan yang turun dapat membantu kesuburan tanah dan tanaman, " imbuhnya. 

Pranoto kemudian mengatakan, pohon pinus memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat sekitar.

"Getah pohon pinus dapat dimanfaatkan untuk keperluan industri dan kesehatan," kata Pranoto. 

(*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Eka Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved