Asal Usul Sendang Lele di Bulu Sukoharjo, Dari Pemandian Kerbau Menjadi Sendang Lele Secara Ajaib

Menurut keterangan tokoh masyrakat setempat, Sugit Prabowo, Sendang lele sudah ada sejak jaman dahulu, yang diawali sebagai tempat pemandian kerbau

Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Eka Fitriani
TribunSolo.com/Agil Tri
Sendang Lele di Dusun Baseng, RT: 01 /RW: 04, Desa Gentan, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, Minggu (15/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Sendang Lele yang terletak di Dusun Baseng, RT: 01 /RW: 04, Desa Gentan, Kecamatan Bulu, Sukoharjo merupakan sendang yang terbentuk secara alami.

Menurut keterangan tokoh masyrakat setempat, Sugit Prabowo, Sendang lele sudah ada sejak jaman dahulu, yang diawali sebagai tempat pemandian kerbau.

Ditempat itu, terdapat mata air air yang tidak pernah kering, walau musim kemarau panjang datang.

Sehingga oleh masyarakat sekitar, dijadikan tempat untuk berendamnya kerbau-kerbau mereka.

Kedai Plawangan di Klaten ini Juga Jadi Tempat Favorit Anak-Anak dan Keluarga

"Dahulu Sendang Lele itu merupakan kubangan untuk mandi kerbaua, untuk kerbau berendam."

"Dikubangan itu juga dulunya banyak sekali lintahnya," katanya saat berbincang dengan TribunSolo.com, Minggu (15/9/2019).

Dari cerita yang diyakini masyarakat setempat, pada suatu sore, tersengar suarah gemuruh dari atas bukit di sebelah barat.

"Dari sini jaraknya sekitar 1 km, di sekitar jembatan Godog."katanya.

"Ada orang melihat ada barisan lele menuju ke timur, saat itu angin kencang, dan karena jumlah ikan lelenya banyak, suaranya sangat gemuruh," jelasnya.

Dia menambahkan, ada seekor ular raksasa yang berjalan dibelakangnya kawanan lele tersebut, yang mengiring lele-lele itu ketempat kubangan untuk tempat mandi kerbau.

"Karena sebagian masyarakat tau tiba-tiba banyak, lele yang tidak tau asal-usulnya dari mana, sendang lele itu akhirnya di keramatkan." imbuhnya.

Cerita tersebut telah diabadikan di balai desa setempat, agar kebudayaan lokal tidak punah bisa terus turun temurun.

Setiap malam satu suro, warga selalu membuat ritual untuk membersihkan sendang lele tersebut, dan masih dilakukan hingga sekarang untuk menjaga tradisi.

Namun karena pernah diracun, ikan lele disendang tersebut hanya tinggal beberapa ekor saja yang masih asli, selebihnya merupakan tambahan.

"Lele aslinya tinggal bebeberapa ekor saja, sudah punah," imbuhnya.

Meski demikian, warga masih tetap menjaga dari sendang lele tersebut, sebagai objek wisata. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved