Kasus Mantan Dirut Garuda, KPK akan Periksa 5 Saksi

KPK akan panggil lima saksi terkait penyidikan kasus suap terkait pengadaan pesawat dan mesin pesawat yang melibatkan PT Garuda Indonesia.

Kasus Mantan Dirut Garuda, KPK akan Periksa 5 Saksi
Warta Kota/henry lopulalan
DIRUT GARUDA MUNDUR - Emirsyah Satar selesai rapat pengunduran diri sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) bersama Menteri BUMN Rini Soemarno di Kantor BUMN Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (11/12/2014).Surat pengunduran diri sudah diserahkan kepada Kementerian BUMN, dan akan disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), pada hari jumat ini. 

TRIBUNSOLO.COM - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil lima saksi dalam penyidikan kasus suap terkait pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus SAS dan Rolls-Royce PLC yang melibatkan PT Garuda Indonesia (Persero).

Lima saksi tersebut dijadwalkan diperiksa untuk tersangka Direktur Utama Garuda Indonesia 2005-2014, Emirsyah Satar (ESA).

"Hari ini, dijadwalkan pemeriksaan terhadap lima orang saksi untuk tersangka ESA terkait tindak pidana korupsi suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (17/9/2019).

Lima saksi tersebut, yakni mantan Vice President (VP) Aircraft Maintenance Management Garuda Indonesia Batara Silaban, mantan Direktur Komersial Garuda Indonesia Agus Priyanto, Direktur Strategi, Pengembangan Bisnis, dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Achirina.

Selanjutnya, CEO PT ISS Indonesia atau mantan Direktur Layanan Strategi dan Teknologi Informasi Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan dan mantan Direktur Operasi Garuda Indonesia Ari Sapari.

Kasus Mantan Dirut Garuda, KPK Bakal Periksa Soetikno Soedarjo

Selain Emirsyah, KPK juga telah menetapkan dua tersangka lainnya dalam kasus suap tersebut, yaitu mantan Beneficial Owner Connaught International Pte Ltd Soetikno Soedarjo (SS) dan Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada Garuda Indonesia (Persero) Tbk 2007-2012 Hadinoto Soedigno (HDS).

Dalam penyidikan kasus itu, KPK telah mengidentifikasi total suap yang mengalir kepada para tersangka maupun sejumlah pihak mencapai sekitar Rp 100 miliar.

"Total nilai suap yang mengalir pada sejumlah pihak termasuk tersangka yang telah teridentifikasi sampai saat ini sekitar Rp 100 miliar dalam bentuk berbagai mata uang mulai rupiah, dolar AS, euro, dan dolar Singapura," kata Febri.

KPK sebelumnya telah terlebih dahulu menetapkan Emirsyah dan Soetikno sebagai tersangka kasus suap pengadaan pesawat pada 16 Januari 2017.

Keduanya kemudian kembali ditetapkan sebagai tersangka TPPU pada 7 Agustus 2019 hasil pengembangan dari kasus suap sebelumnya.

Sedangkan Hadinoto ditetapkan sebagai tersangka baru kasus suap pengadaan pesawat tersebut juga pada 7 Agustus 2019. (Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama) 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "KPK Panggil 5 Saksi untuk Mantan Dirut Garuda Indonesia"

Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved