Berita Wonogiri Terbaru

Diduga Depresi, Seorang Kakek Asal Purwantoro Wonogiri Nekat Gantung Diri

Seorang kakek warga Dukuh Sigereng, RT: 02 / RW: 01 Desa Biting, Kecamatan Purwantoro ditemukan dalam keadaan gantung diri,

Diduga Depresi, Seorang Kakek Asal Purwantoro Wonogiri Nekat Gantung Diri
TribunSolo.com/Agil Tri
Polisi dan petugas medis saat mengevakuasi korban gantung diri, Di Dukuh Sigereng, RT: 02 / RW: 01 Desa Biting, Kecamatan Purwantoro, Selasa (17/9/2019) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.CIM, SUKOHARJO - Seorang kakek warga Dukuh Sigereng, RT: 02 / RW: 01 Desa Biting, Kecamatan Purwantoro ditemukan dalam keadaan gantung diri, Selasa (17/9/2019) pagi.

Korban diketahui bernama Bardi (60) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri lantaran mengalami sakit stroke.

Menurut keterangan dari Kasubag Humas Polres Wonogiri AKP Suwondo, yang mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti, korban diketahui bernama Bardi (60).

Kejadian tersebut pertama diketahui sekitar pukul 07.00 WIB oleh tetangga korban.

Korban diduga nekat melakukan aksinya itu lantara depresi karena penyakitnyang dia derita tak kunjung sembuh.

Fakta-fakta Kebakaran Hebat di Asmat Papua: Ratusan Rumah dan Kios Terbakar, 897 Warga Mengungsi

Keseharian, korban tidak tidur didalam rumahnya, melainkan di emperan teras rumah milik kakaknya bernama Katiyem yang tidak jauh dengan rumahnya.

"Korban tidak mau tidur di dalam rumah karena menderita sakit stoke, kalau berjalan merangkak," katanya.

Kakak korban sempat mencari korban, karena pada pagi hari korban tidak berada tempat tidurnya.

Lalu ia bersama warga mencari ke sungai dan sekitar rumah.

Tes Kepribadian: Gambar Ini Akan Membantumu Mencari Tahu Pekerjaan yang Cocok dengan Passionmu

Demokrat: Jika Tak Puas dengan Revisi UU KPK, Bisa Ajukan Gugatan ke MK

"Saat dilakukan pencarian di sekitar rumah, dan didapati korban sudah gantung diri di parit depan rumah Ibu Katiyem," imbuhnya.

Korban melancarkan niat mengakhiri hidupnya dengan menggunakan kaos yang disambungkan dengan tali sepatu.

Diperkirakan, korban meninggal lima jam sebelum ditemukan oleh warga dan kakak kandungnya.

"Korban mengalami sakit sudah lima tahun, dan ini sudah dimakamkan oleh pihak keluarga," tandas Kapolsek Purwantoro Iptu Aris Joko Narimo. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved