Korban Kerusuhan Terus Berjatuhan, Warga Wamena Papua Alami Trauma 

Selain dari sisi korban jiwa, kerugian secara materil juga masih bertambah. "224 mobil roda 6 dan 4 hangus, 150 motor, 465 ruko hangus, dan 165 rumah

Korban Kerusuhan Terus Berjatuhan, Warga Wamena Papua Alami Trauma 
Dok Staff Khusus Gubernur Papua
Salah satu bangunan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, yang hangus terbakar saat terjadi amuk massa pada 23 September lalu, Rabu (25/9/2019) 

TRIBUNSOLO.COM - Jumlah total korban tewas akibat ketusuhan yang terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua sebanyak 33 orang. 

Hal tersebut diungkapkan Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Candra Dianto.

Proses pembersihan puing-puing bangunan yang hangus terbakar saat kerusuhan juga telah selesai dilakukan.

Mahasiswa Tegaskan Pihaknya Hanya Ingin Presiden Penuhi Tuntutkan, Tak Mau Hadiri Undangan

Namun tidak semua korban tewas karena aksi kekerasan. "Korban kekerasan 31 orang tewas, tapi yang dua lagi korban karena medis. Jadi ada satu orang saat kejadian dia jantungan dan meninggal, sementara yang satu karena keracunan asap genset," tuturnya saat dihubungi Kompas.com melalui telepon, Sabtu (28/9/2019).

Awan mengatakan, sama seperti mahasiswa di ibu kota Jakarta, mahasiswa di daerah juga akan terus melakukan demo menolak RKHUP dan UU KPK sampai pemerintah mengambil sikap.

"Kalau kami akan turun sampai yang kami inginkan dituruti," ujarnya. Sementara itu, Ketua BEM Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Abdul Basit menegaskan, tuntutan mahasiswa sudah jelas bahwa meminta presiden menerbitkan Perppu UU KPK.

Selain dari sisi korban jiwa, kerugian secara materil juga masih bertambah. "224 mobil roda 6 dan 4 hangus, 150 motor, 465 ruko hangus, dan 165 rumah dibakar," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal .

Sementara korban luka-luka mencapai 76 orang. Aksi unjuk rasa siswa di Kota Wamena, Papua, Senin (23/9/2019), berujung rusuh.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Dandim Jayawijaya: Masyarakat Wamena Mulai Beraktivitas, tapi Mereka Masih Trauma

Editor: Eka Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved