Berita Sukoharjo Terbaru

Klarifikasi Soal Kasus Dugaan Perampasan Mobil oleh Oknum Polisi di Sukoharjo: Dari Masalah Utang

Dina Yusniar (36), warga Surakarta memberikan klarifikasinya atas pernyataan Bima Saraswati (39) di media pada Jumat (4/10/2019) lalu.

TribunSolo.com/Agil Tri
Dina Yusniar saat ditemui TribunSolo.com, di Mapolres Sukoharjo, Sabtu (5/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Dina Yusniar (36), warga Surakarta memberikan klarifikasinya atas pernyataan Bima Saraswati (39) di media pada Jumat (4/10/2019) lalu.

Kepada TribunSolo.com, Dina menjelaskan awal permasalahannya Bima yang dimulai sejak Oktober 2016 lalu.

Saat itu, Dina memberikan modal kepada Bima untuk menjalankan bisnis Home Industri milik Bima yang bergerak dibidang Batik.

"Uang Rp 120 juta yang dibicarakan Bima itu bukanlah utang piutang, tapi uang itu saya berikan untuk perjanjian bisnis," katanya saat berbincang dengan TribunSolo.com, Sabtu (5/10/2019).

Dia menjelaskan, uang Rp 120 juta itu diberikan tiga tahap, dengan perjanjian Dina mendapatkan 20 persen dari keuntungan pabrik milik Bima itu.

"Oktober 2016 saya kasih modal Rp 50 juta, selang lima bulan dia memberikan keuntungan 20 persen, lalu tambah lagi Rp 50 juta."

Buntut Kasus Dugaan Perampasan Mobil oleh Oknum Polisi di Sukoharjo, Ada Bantahan dari Rival Pelapor

Dua Polisi Diduga Nyambi Jadi Debt Collector di Sukoharjo, Rampas Mobil Seorang Wanita

"Awal Febuari 2017, saya modalin lagi Rp 20 juta."

"Kita kerja samanya baru jalan sekitar 8 bulan, lalu Bima menghilang," Jelas Dina menanggapi statement Bima yang menjelaskan uang Rp 120 juta merupakan uang utang Piutang.

Menurut Dina, uang Rp 120 juta yang dia berikan itu tidak digunakan Bima untuk modal usaha Batiknya, melainkan digunakan untuk keperluan Bima sendiri.

Halaman
12
Penulis: Agil Tri
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved