Slamet Ma'arif Jelaskan Kronologi Keberadaan Sekjen PA 212 saat Insiden Penganiayaan Ninoy Karundeng

Ketua PA 212, Slamet Ma'arif, membantah jika Sekjen PA 212, Bernard Abdul Jabbar, lakukan penganiayaan terhadap relawan Jokowi.

Slamet Ma'arif Jelaskan Kronologi Keberadaan Sekjen PA 212 saat Insiden Penganiayaan Ninoy Karundeng
KOMPAS.com/LABIB ZAMANI
Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif seusai diperiksa di Mapolresta Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (7/2/2019). 

TRIBUNSOLO.COM - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persaudaraan Alumni (PA) 212 membantah bahwa Sekretaris Jenderal PA 212, Bernard Abdul Jabbar, terlibat dalam penganiayaan relawan Joko Widodo, Ninoy Karundeng.

Ketua Umum DPP PA 212, Slamet Ma'arif menceritakan, kronologi keberadaan Bernard di Masjid Al Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat, yang disebut menjadi lokasi penganiayaan terhadap Ninoy pada Senin (30/9/2019).

Pada Senin pukul 13.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB, kata Slamet, Bernard berobat ke Klinik dr Solihin di daerah Rawalumbu, Kota Bekasi, dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com.

Seusai berobat, Bernard pulang ke rumahnya.

Tiba di rumah, Bernard mendengar kabar bahwa anaknya ikut aksi bersama mahasiswa.

Kemudian, pada pukul 19.00 WIB, Bernard beserta istri pergi ke arah Senayan untuk mencari anaknya.

Polisi Bakal Panggil Jubir PA 212 Novel Bamukmin Terkait Kasus Penganiayaan Ninoy Karundeng

"Di tengah jalan ada info banyak korban mahasiswa dan pelajar di Masjid Al Falah, sehingga ustadz Bernard dan istrinya menuju Masjid Al Falah," kata Slamet di Kantor Sekretariat DPP PA 212, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (9/10/2019).

Tiba di masjid, Bernard dan istrinya langsung membantu mengobati korban yang ada dengan P3K yang disimpannya di dalam mobilnya.

Ketika sedang membantu para korban, Bernard mendengar keributan karena diduga ada penyusup yang dihakimi massa.

"Spontan ustadz Bernard menyelamatkan dan melindungi yang diduga penyusup bernama 'Ninoy' dari amukan massa."

Halaman
12
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved