Mahfud MD Sampaikan Kondisi Terkini Wiranto Pasca-operasi Usus Halus: Masa Kritisnya Sudah Lewat
Anggota Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD menjelaskan bahwa masa kritis Menko Polhukam Wiranto telah terlewati.
Meskipun demikian menurut Bamsoet, peristiwa penyerangan terhadap Wiranto itu menjadi peringatan bagi pejabat negara untuk meningkatkan kewaspadaan dalam melakukan aktivitas atau kegiatannya.
"Para pejabat negara harus lebih berhati-hati," katanya, dikutip TribunSolo.com dari Tribunnews.com.
• Pimpinan MPR akan Silaturhami ke Prabowo, Megawati hingga SBY
Bamsoet mengatakan meski meningkatkan kewaspadaan, bukan berarti para pejabat negara tidak boleh berdekatan dengan rakyatnya.
Para pejabat harus tetap dekat dengan rakyat dengan penjagaan yang lebih efektif.
"Pejabat jangan kurangi kegiatan, harus tetap berdekatan dengan rakyat, urusan keamanan kita serahkan kepada pihak keamanan," pungkasnya.
Kata Pengamat Teroris
Pengamat Teroris sekaligus Direktur Amir Mahmud Center, Amir Mahmud menilai penyerangan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto sebagai suatu permasalahan yang sangat kompleks.
Amir menilai, Wiranto menjadi sasaran penusukan karena berkaitan dengan statementnya selama ini.
"Penusukan Wiranto itu sangat kompleks, berawal dari berbagai masalah yang kuat terkait dengan statementnya mengenai gerakan radikal."
"Jadi indikasi pelaku penusukan merupakan kelompok jaringan teroris itu sangat kuat sekali," katanya saat dihubungi TribunSolo.com, Jumat (11/10/2019).

Dia menilai, meski para pelaku merupakan pemain baru, namun jaringannya masih berhubungan dengan kelompok-kelompok teror yang ada selama ini.
Dengan kondisi sosial dan politik di Indonesia saat ini, dia mengaku sudah memprediksi akan adanya gerakan-gerakan radikal yang terjadi.
• Pengusaha Henry Indraguna Deklarasi Maju Independen dalam Pilkada Solo 2020
• Pimpinan MPR akan Silaturhami ke Prabowo, Megawati hingga SBY
• Curhat Eks Napiter Bom Bunuh Diri di Mapolres Solo, Akui dapat Pencerahan di Bui dan Kembali ke NKRI
Dia mengaitkannya dengan fenomena jelang pelantikan Joko Widodo menjadi Presiden Republik Indonesia periode 2019 - 2024, dengan aksi pergerakan massa di Indonesia.
"Ini sudah terbaca, situasi politiknya Jokowi mau dilantik, lalu disisi lain ada banyak aksi gerakan massa," imbuhnya.
Dalam aksi pergerakan massa yang dilakukan mahasiswa itu, tidak menutup kemungkinan ada tunggangan aksi yang mengarah pada pelantikan Jokowi.