Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Kisah Pilu Pemulung di Riau yang Tiba-tiba Buta, Hidup Menderita, Suami Pergi dengan Wanita Lain

Kisah pilu datang dari seorang wanita Marida (30), yang alami sakit aneh dan ditinggal suami pergi dengan wanita lain.

Editor: Garudea Prabawati
DOK. PEMKAB LINGGA
Marida 

TRIBUNSOLO.COM - Kisah pilu datang dari seorang wanita Marida (30), yang alami sakit aneh dan ditinggal suami pergi dengan wanita lain.

Dilansir TribunSolo.com dari Intisari-Online.com, warga Dabo Lama, RT 01 RW 03 Kelurahan Dabo Lama, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, tersebut tiba-tiba saja mengalami kebutaan yang disertai gatal-gatal di sekujur tubuhnya.

Marida pernah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dabo awal Januari 2019.

Dia kemudian dirujuk ke Rumah sakit di Tanjungpinang.

Namun, karena tidak memiliki biaya, akhirnya wanita yang kesehariannya sebagai pemulung ini memilih untuk dirawat di rumah.

Mirisnya sejak obat dari RSUD Dabo habis, sejak itulah wanita yang ditinggal suaminya karena wanita lain ini hanya berbaring di rumahnya.

Inti Foto-foto Serunya Acara Baby Shower Syahnaz Sadiqah dan Sahabat, Impian Hamil Bareng Terwujud

Penuturan tetangga korban, Asiya (45) penyakit yang diderita Marida berawal saat korban pulang mulung.

Seperti biasanya, selesai memulung Marida kemudian merapikan kardus yang baru saja didapat.

Pada saat akan dibersihkan, ada sesuatu yang masuk ke matanya, hingga menyebabkan matanya tidak bisa melihat.

“Awalnya ada benda yang masuk ke mata, setelah itu waktu dicuci terasa pedih dan pandangan sudah mulai kabur.

Bahkan tak lama berselang badan Marida terasa gatal,” kata Aisya melalui telepon, Minggu (13/10/2019).

Marida sempat mendapatkan perawatan di RSUD Dabo dengan menggunakan BPJS Kesehatan, Marida juga sudah dibuatkan rujukan ke Rumah Sakit di Tanjungpinang.

Namun, dikarenakan biaya dan tidak ada yang menjaga, maka Marida memilih untuk dirawat di rumah saja.

"Mereka hidup berdua, yakni bersama ibunya, Rosmiati (52).

Ketua Umum PA 212: 100 Lawyer Akan Dampingi Proses Hukum Kasus Penganiayaan Relawan Jokowi

Ibunya keseharian juga sebagai pemulung untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari," ujar dia.

"Sudah lama keluarga ini berharap bantuan dari pemerintah, dan mudah-mudahan bisa secepatnya dibantu pemerintah, terlebih Pemkab Lingga," ujar Aisya menambahkan.

Halaman
12
Sumber: Intisari
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved