Berita Solo Terbaru

Sering Hilang dan Mengamuk, Seorang Pemuda Asal Nguter Sukoharjo Terpaksa Dirantai Kakinya

Agus Dwi Nur Cahyo (19), warga Dukuh Dukuh, RT 01 RW 05, Desa Gupit, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo terpaksa harus dirantai kakinya.

Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Garudea Prabawati
TribunSolo.com/Agil Tri
Agus Dwi Nur Cahyo (19) saat berbaring dikasurnya di Dukuh Dukuh, RT 01 RW 05, Desa Gupit, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Senin (14/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Agus Dwi Nur Cahyo (19), warga Dukuh Dukuh, RT 01 RW 05, Desa Gupit, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo terpaksa harus dirantai kakinya.

Dia dirantai pada sebuah dipan kasur yang diletakan di samping rumahnya.

Menurut Ayah Agus, Sadimen (51), anak nomor empatnya itu dirantai karena sering hilang dan mengamuk.

"Dia sering jalan-jalan sendiri, dan kemudian hilang."

"Bahkan pernah gak pulang selama 10 hari, sehingga sempat dicari oleh warga kampung juga," katanya kepada TribunSolo.com, Senin (14/10/2019).

Selain itu, dia juga sering mengamuk, dengan melempar perabotan yang ada dirumahnya.

Ratusan Ikan dan Biota Laut di Maluku Mati dan Terdampar, Warga Dihantui Rasa Khawatir

Hingga Sepetember 2019, Gugatan Cerai di Solo Didominasi Gugatan dari Pihak Perempuan

Bangunan Liar di Nguter Sukoharjo yang di Eksekusi Dipakai Jadi Tempat Tinggal dan Pertemuan Warga

"Beberapa hari lalu, dia sempat mau membakar rumah juga," imbuhnya.

Agus terlahir normal seperti anak biasanya, namun sejak dia mau kelas 9 SMP, dia menjadi pendiam.

Menurut Sadimen, putranya mulai mengalami gangguan jiwa setelah mengetahui dirinya tidak bisa melanjutkan pendidikan di SMK.

"Sejak kelas 2 SMP, dia ingin sekali melanjutkan sekolah di SMK, anaknya pandai dan cita-citanya tinggi."

"Tahun 2016 dia masih sekolah, tahun 2017 dia mulai menjadi pendiam," imbuhnya.

Agus Dwi Nur Cahyo (19) saat berbaring dikasurnya di Dukuh Dukuh, RT: 01 / RW: 05, Kelurahan Gupit, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Senin (14/10/2019).
Agus Dwi Nur Cahyo (19) saat berbaring dikasurnya di Dukuh Dukuh, RT: 01 / RW: 05, Kelurahan Gupit, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Senin (14/10/2019). (TribunSolo.com/Agil Tri)

Namun karena Sadimen yang hanya bekerja serabutan tidak mampu menyekolahkan anaknya, Agus pun menjadi depresi.

Setiap hari, sebuah rantai melilit kaki Agus, agar dia tidak pergi kemana-mana.

"Kalau dirantainya ini baru tiga harinan ini, sebelumnya saya gunakan benang atau tali, tapi dia bisa melepaskan diri, trus jalan-jalan kemana lalu hilang," katanya.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved