Sudah Dikenal Mistis, Pria di Brebes Malah Iseng Ukir Batu di Sungai Jadi Patung

Musim kemarau panjang dimanfaatkan Komarudin (39), warga Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, untuk menyalurkan hobi

Editor: Reza Dwi Wijayanti
(Istimewa)
Warga Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, saat mengukir batu di Sungai Pemali menjadi putri ikan duyung, Minggu (13/10/2019) 

TRIBUNSOLO.COM -  Musim kemarau panjang dimanfaatkan Komarudin (39), warga Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, untuk menyalurkan hobinya mengukir batu menjadi patung di bantaran Sungai Pemali yang mengering.

Dalam beberapa hari terakhir, setiap sore, Komarudin bersama kakaknya, Arif, mendatangi sungai di desanya tepatnya di bawah jembatan yang berbatasan dengan Desa Wanacala, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes.

Beberapa batu besar diukir menjadi bermacam bentuk.

Tabrak Tumpukan Batu Bata di Pinggir Jalan, Seorang Pengendara Motor di Wonogiri Meninggal Dunia

Di antaranya seperti buaya, ular, putri duyung, tengkorak kepala manusia, hingga tulisan prasasti "Pemali", dan lainnya.

Hal itu menarik minat warga sekitar untuk melihat dan mengabadikannya.

Komarudin mengaku, kegiatan yang sudah dilakukan sejak 10 hari terakhir itu hanya iseng.

Ia melihat batu-batu besar di dasar sungai yang surut karena kemarau panjang.

Berbekal alat seadanya, ia mengukir batu setiap sore menjelang malam.

"Ukiran-ukiran patung ini hanya iseng-iseng. Bersama kakak dikerjakan saat sore sampai malam hari," ungkap Komarudin, saat dihubungi, Minggu (13/10/2019).

Musim kemarau tahun ini memang cukup panjang.

Hal itu dimanfaatkan Komarudin untuk membuat patung ular sepanjang 8 meter.

Komarudin mengemukakan, di sekitar lokasi memang dikenal dengan kesan mistis.

Namun, dengan mengukir patung-patung di lokasi itu, tak bermaksud menambah kesan mistis.

Komarudin berharap keisengannya ini bisa menjadi kenang-kenangan dari dirinya untuk warga sekitar.

Foto dan Video: Fenomena Hujan Batu di Purwakarta, Batu Sebesar Gajah Rusak Rumah Warga

Ia juga berharap, ketika nanti kembali musim kemarau, ukiranya tersebut masih ada, atau tidak rusak saat debit air meningkat di musim hujan.

"Saat kembali musim hujan, bisa jadi rusak atau hilang. Namun, jika masih ada bisa jadi kenang-kenangan untuk masa mendatang," ujar dia.

(Tresno Setiadi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Iseng, Pria Ini Ukir Batu Jadi Patung di Sepanjang Sungai yang Mengering"

 
Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved