Remaja di Padang Panjang Korban Pencabulan hingga Hamil, Sembunyikan Kehamilan dengan Hijab Besar

Seorang siswi SMP di Padang Panjang, Sumatera Barat, DPK (14), menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh guru les olah vokalnya sendiri.

Remaja di Padang Panjang Korban Pencabulan hingga Hamil, Sembunyikan Kehamilan dengan Hijab Besar
pexels
ILUSTRASI PENCABULAN 

TRIBUNSOLO.COM - Seorang siswi SMP di Padang Panjang, Sumatera Barat, DPK (14), menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh guru les olah vokalnya sendiri.

Akibatnya DPK hamil, dan menyembunyikan kehamilannya tersebut dengan menggunakan hijab besar.

Dengan menggunakan hijab besar itu, orangtua dan teman-teman sekolahnya tidak mengetahui DPK sedang hamil.

"Dia bisa menyembunyikan kandungannya hingga 8 bulan dengan menggunakan hijab besar," kata Kasat Reskrim Polres Padang Panjang, AKP Hidup Mulya yang dihubungi Kompas.com, Rabu (16/10/2019).

Menurut Hidup Mulya, kehamilannya baru terbongkar setelah orangtuanya curiga dengan kondisi tubuh DPK yang cepat lelah dan hampir selalu mengurung diri dalam kamar.

Ini Hasil Otopsi Sulli Eks Member f(x) yang Tewas Gantung Diri

"Hingga 8 bulan korban bisa menyembunyikan kandungannya. Akhirnya, terbongkar setelah orangtuanya curiga dan membawa DPK ke klinik bidan," kata Hidup Mulya.

Sebelumnya diberitakan, sambil mengajar les olah vokal, seorang guru privat berinisial ID (51) diduga tega melakukan pencabulan terhadap anak didiknya sendiri, DPK (14).

Ironisnya, perbuatan ID diketahui setelah DPK yang merupakan pelajar di sebuah SMP di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat itu hamil 8 bulan.

Kisah 1 Keluarga Tunggu Akhir Zaman, Terisolasi di Bawah Tanah, Terungkap Usai Anak Melarikan Diri

Suarakan Kesetaraan Perempuan, Awkarin dan Dian Sastro Berharap Bisa Membuat Negara Ini Lebih Baik

Berdasarkan laporan yang diterima polisi, kejadian pencabulan dilakukan sebanyak empat kali di sela-sela les olah vokal yang dilakukan ID pada DPK.

Diduga kejadian tersebut dilakukan sejak tahun 2018 lalu karena usia kehamilan DPK sudah mencapai 8 bulan.

Rabu ini setelah melalui pemeriksaan intensif, ID akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

ID dijerat dengan Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

(Kompas.com/Perdana Putra)

Editor: Garudea Prabawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved